Wilayah Tegal menjadi Bagian Penting Revolusi 1945

  Kamis, 10 Januari 2019   Lilisnawati
Bedah buku atau Uji Petik Hasil Penelitian Fasilitas Komunitas Kesejarahan Tahun 2018, Kamis, (10/1/2019)

BREBES, AYOTEGAL.COM--Minimnya informasi sejarah pada masa penjajahan di wilayah Tegal, membuat Wijanarto, budayawan Tegal yang juga bekerja di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes melakukan penelitian sejarah di Tegal. Penelitian nya kini sudah dibukukan dengan judul Gejolak Revolusi di Tegal 1945-1949.

Buku Gejolak Revolusi di Tegal 1945-1949 sendiri lebih berfokus pada dinamika wilayah Tegal pada peristiwa revolusi 1945-1949. Menurutnya, dalam catatan sejarah, Tegal menjadi bagian penting dari revolusi 1945 salah satunya pergolakan revolusi sosial Tiga Daerah pasca kemerdekaan menjadi bukti dampak peristiwa lokal dalam konsep penulisan sejarah nasional. 

AYO BACA : Pemkab Gelar Makan Gratis untuk 6.000 Orang

Peristiwa Tiga Daerah kerap disangkutpautkan dengan pendaulatan elit birokrasi setempat oleh kelompok kiri yang tergabung dalam front rakyat. Peristiwa yang terjadi antara bulan Oktober hingga Desember 1945 di wilayah Brebes Tegal dan Pekalongan digerakkan bukan hanya oleh kelompok kiri namun juga terdapat aliran aliran politik seperti Islam dan Sosialis.

Berbeda dengan wilayah lain, Tegal merupakan wilayah yang steril dari kekuasaan sekutu yang nantinya akan mengambil alih wilayah Indonesia dari kekuasaan Jepang.

AYO BACA : Bikin Film, Kampung Sinema Libatkan Masyarakat Tegal

"Revolusi 1945 itu sendiri mengisahkan tentang kejahatan perang yang dilakukan oleh Belanda. Wilayah Balapulang dan wilayah Suradadi, Kabupaten Tegal menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak kekejaman Belanda pada masa itu, karena banyak proses pembantaian pada saat revolusi 1945, terutama pada saat Agresi Militer Pertama dan kedua," jelasnya.

Selain Tegal, nantinya ia juga akan melakukan penelitian di Brebes. Karena Brebes juga masuk dalam peristiwa Tiga Daerah. Tegal dan Brebes merupakan wilayah yang penting untuk dilakukan penelitian dalam revolusi 1945.

Melalui bedah buku atau Uji Petik Hasil Penelitian Fasilitas Komunitas Kesejarahan Tahun 2018, Kamis, (10/1/2019), ia mengajak seluruh masyarakat khususnya guru sejarah untuk mengangkat sejarah yang ada di daerah.

"Sejarah bukan hanya ada di pentas nasional saja, tetapi bahwa sejarah lokal pun menjadi bagian penting dari revolusi nasional," ungkapnya.

AYO BACA : Kisah Sukses: Penjual Es Kuwut Selesaikan S2 dan Punya 20 Kedai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar