TBM Sakila Kerti Menyulap Tempat Nongkrong Gelandangan jadi Taman Baca

  Selasa, 15 Januari 2019   Lilisnawati
Pengelola TBM Sakila Kerti Bersama warga Terminal Bus Kota Tegal.

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM--Munculnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti di kawasan Terminal Bus Kota Tegal berawal dari program Pemerintah Kota Tegal ketika masih dipimpin oleh Wali Kota Ikmal Jaya yaitu Tegal Cerdas. 

TBM Sakila Kerti sudah berjalan hampir delapan tahun yang dikelola oleh Dr Yusqon. Selain itu, munculnya TBM di Terminal juga sesuai dengan konsep disertasinya. 

Menurutnya, ruangan yang sekarang dijadikan TBM, dulunya dijadikan tempat untuk merokok dan banyak warga Terminal yang menjadikan tempat itu untuk berjudi dan tempat nongkrong para gelandangan.

"Untuk mengatasi hal-hal negatif kami berinisiatif menjadikan tempat ini sebagai taman bacaan masyarakat," ucapnya.  

Dalam mewujudkan itu tentunya menemui banyak rintangan, salah satunya berhadapan dengan preman terminal.

"Pernah suatu ketika, saat kita mengadakan acara di terminal banner yang sebelumnya kita pasang hilang. Sampai akhirnya di terminal kita adakan upacara bendera secara rutin yang diikuti oleh seluruh pedagang asongan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Tegal Kota. Semenjak itu keberadaan TBM Sakila Kerti mulai diterima warga Terminal," ungkapnya. 

Bukan hanya itu, tantangan lain yaitu jumlah koleksi buku di TBM yang masih terbatas dan pengunjung yang sedikit. Namun seiring berjalannya waktu TBM mulai dilirik oleh masyarakat, sehingga banyak relawan relawan yang menghibahkan buku ke TBM Sakila Kerti. 

"Selain itu yang menjadi kendala kita selama ini yaitu sumber daya manusia yang tingkat pendidikannya rendah. Semuanya lulus SD, SMP dan SMA hanya ada beberapa," katanya.

Selain menjadi taman bacaan, di dalamnya juga terdapat sekolah diantaranya sekolah kejar paket dan TPQ yang diperuntukan gratis untuk pedagang asongan di kawasan Terminal Bus Kota Tegal. 

Dan rencananya, di tahun 2019, pihaknya akan mengembangkan TBM ini dengan meresmikan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) yang diperuntukan gratis untuk anak-anak dari pedagang asongan Terminal Tegal.

"Anak-anak juga butuh mengenal pendidikan dari usia dini, jadi jika selama ini mereka tidak mengenal PAUD kita akan mengenalkan kepada mereka," tuturnya.

Karena bagi para pengasong, hidup adalah mencari nafkah, untuk itu perlu ada keselarasan kalau hidup itu perlu mempersiapkan pendidikan untuk generasi berikutnya. Dengan adanya ini warga Terminal disadarkan bahwa diluar Terminal itu ada dunia pendidikan yang perlu digenggam.

"Yang jelas sejak adanya TBM ini mampu mengubah sikap dan akhlak mereka," ucapnya.

Hampir delapan tahun berdiri, TBM Sakila Kerti terus menunjukan prestasinya yaitu dengan menerima pengharagaan-pengghargaan. Pada tahun 2012, TBM Sakila Kerti menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, sebagai TBM kreatif Rekreatif. Kemudian pada tahun 2017, penghargaan pengelola TBM terbaik, dalam Lomba Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (GTK PAUD dan Dikmas). 

Dan pada tahun 2018 Penghargaan yang terbaru, dengan program Ladis Song Malam (Layanan Dengan Inovasi Simultan Bagi Pengasong dan Masyarakat Lansia Terminal) yang disusun dan diaplikasikan TBM Sakila Kerti, di bawah binaan Disdikbud berhasil masuk Top 40 Layanan Inovasi Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 

TBM Sakila Kerti juga mendapat penghargaan motor literasi dari Perpustakaan Nasional RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar