Pasar Slumpring Tegal Dilirik Dosen Universitas Pamulang

  Senin, 04 Februari 2019   Lilisnawati
Serah terima bantuan modem wireless Internet untuk Pasar Slumpring Desa Cempaka Kabupaten Tegal, oleh Ketua rombongan dosen Jurusan Teknik Industri Unpam kepada Kepala Desa Cempaka. (Lilisnawati/ayotegal.com)
BUMIJAWA, AYOTEGAL.COM- Pasar Slumpring yang berlokasi di Desa Cempaka, Bumijawa, Kabupaten Tegal, saat ini tengah menjadi perbincangan masyarakat sekitar. Pasar yang viral karena buka setiap hari Minggu di sebuah lahan bambu ini tidak menggunakan uang secara langsung sebagai alat transaksi pembeliannya.
 
Pasar Slumpring menggunakan uang bambu yang sebelumnya sudah ditukar dengan uang rupiah dalam kegiatan jual beli aneka produk yang ada. Selain itu, pasar ini cukup menarik untuk dijadikan lokasi swafoto, sehingga memicu rasa penasaran bagi siapa saja yang belum pernah mengunjunginya.

Viralnya Pasar Slumpring di media sosial membuat dosen-dosen Jurusan Teknik Industri di Universitas Pamulang (Unpam) tertarik untuk menggarap potensi wisatanya, sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

Ketua rombongan dosen Jurusan Teknik Industri Unpam, Patria Adhistian, mengatakan Desa Cempaka yang menjadi lokasi Pasar Slumpring merupakan tempat wisata baru di Kabupaten Tegal yang berpotensi besar untuk dikembangkan. 

Program Pengabdian Masyarakat Unpam yang diadakan pada 2-4 Februari 2019, diharapkan bisa menjadi forum berbagi wawasan antara para dosen dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) ataupun Karang Taruna di Desa Cempaka.

Menurut Adhistian, kegiatan tersebut diikuti oleh 20 dosen yang langsung terjun ke lokasi, bersama dengan 20 anggota perwakilan dari pokdarwis dan Karang Taruna Desa Cempaka. Program Pengabdian Masyarakat ini bertemakan "Penggunaan Virtual Payment dan Digital Marketing Dalam Upaya Peningkatan Kepuasan Pelanggan di Pasar Slumpring Desa Wisata Cempaka."

Adhistian mengatakan, sambutan dari pokdarwis dan Karang Taruna Desa Cempaka sangat hangat dan luar biasa. Berbagai pertanyaan muncul di forum terbuka yang digelar, salah satunya pertanyaan tentang bagaimana meningkatkan rating Pasar Slumpring di daftar pencarian google, agar semakin dikenal.

Sementara Kepala Desa Cempaka, Abdul Khayyi, mengatakan kehadiran para dosen Jurusan Teknik Industri Unpam ini diharapkan bisa menjadikan Pasar Slumpring sebagai pasar binaan Unpam, seperti halnya tempat wisata Umbul Ponggok di Klaten yang menjadi desa binaan dari UGM. 
 
Para dosen banyak berbagi pengetahuan tentang upaya-upaya pengembangan wisata dan upaya peningkatan kepuasan para pengunjung. Dalam program ini, Umpam juga memberikan bantuan modem wireless internet untuk bisa digunakan di Pasar Slumpring.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar