Pesona Pasar Sawah di Luwijawa, Warung Model Gubuk Bayar Pakai Koin

  Minggu, 10 Februari 2019   Dwi Ariadi
Suasana wisata desa Pasar Sawah di Desa Luwijawa, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal menggunakan gubuk untuk aktivitas jual beli. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

JATINEGARA, AYOTEGAL.COM--Suasana pedesaan yang masih alami, lingkungan hijau yang terjaga didukung suasana area persawahan yang subur menjadi ikon wisata Pasar Sawah di Desa Luwijawa, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Ya, wisata desa yang diluncurkan Bupati Tegal Umi Azizah, Minggu (10/2/2019) itu memiliki nuansa yang khas dan unik.

AYO BACA : Wisata Pasar Sawah di Desa Luwijawa Diluncurkan

Tempat jualannya menggunakan gubuk seperti lazimnya gubuk petani. Ada sekitar 15 gubuk yang didirikan. Gubuk ini digunakan pedagang untuk menjajakan makanan tradisional.

Bahkan, untuk transaksi  menggunakan koin sebagai pengganti uang tunai. Pihak pengelola menyediakan koin mulai Rp2.500 hingga Rp20.000.

AYO BACA : Pemkab Tegal Serius Garap Wisata Desa

Menurut Siti Nahdliyatin Niswah, sekretaris Pokdarwis Luwijawa, ada sekitar 23 pedagang dan 30 ibu-ibu anggota Pokdarwis yang ikut ambil bagian dalam Pasar Sawah.

\"Ketika nglalari (mengawali) Pasar Sawah kami mencari hal yang unik. Tidak ada tempat lain, seperti jajan tradisional, nasi bumbung khas Luwijawa, cilok sintren sampai penganan lainnya,\" jelasnya.

Kades Luwijawa, Agus Suprayitno menambahkan, Pasar Sawah ini terinspirasi dari Pasar Slumpring, Cempaka, Bumijawa.

\"Ada seorang warga yang menyediakan petak sawahnya buat pasar maka kami membikin ini untuk tujuan wisata dengan sistem bagi hasil,\" paparnya.

Adapun Pasar Sawah ini, lanjut dia, juga sekaligus menjadi bagian dari Festival Luwijawa yang pernah digelar tahun lalu. \"Kami akan terus mengembangkan Pasar Sawah ini agar lebih menarik lagi,\" pungkasnya.

AYO BACA : Perahu Penyebrangan Daya Tarik Desa Wisata Kajongan Tegal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar