Komunitas Seni Tradisi Akan Bentuk Dewan Kebudayaan

  Senin, 11 Februari 2019   Dwi Ariadi
Komunitas Seni Tradisi Kabupaten Tegal menggelar diskusi ''Kanda-kandahan Senin Pahingan'

SLAWI, AYOTEGAL.COM -- Komunitas Seni Tradisi Kabupaten Tegal merasa prihatin dengan aset budaya Tegal yang mulai berkurang, bahkan ada yang hilang. 

Jika tidak segera dilakukan gerakan perlindungan, tidak menutup kemungkinan tradisi budaya Tegal bisa punah.

''Perlu segera dilakukan inventarisasi dan melakukan langkah-langkah pemajuan budaya yang sekarang masih bisa diselamatkan,''kata Inang Winarso, Tim Perumus Pemajuan kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Minggu (10/2/2019) malam.

Hal itu disampaikan dalam acara ''Kanda-kandahan Senin Pahingan'' yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Seni Tradisi Kabupaten Tegal di Kedai Kop Owh, Slawi.

Menurut Inang, ada ratusan aset budaya sebagai warisan peradaban Tegal yang harus dilindungi. 

'"Sesuai amanat UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan UU No 11 tahun  2010 tentang Cagar Budaya tiap daerah akan dibentuk Dewan Kebudayaan,'"katanya.

Adapun bidang - bidang yang menjadi objek pemajuan kebudayaan, lanjut dia,  seperti manuskrip, bahasa, permainan tradisional, cagar budaya, dan adat istiadat.

Dalam acara yang dipandu Ketua Tegal Wiwitan, Teguh Puji Harsono itu hadir berbagai komunitas seni tradisi dan anggota Dewan Kesenian Kabupaten Tegal (DKKT)

Sementara itu, Wahyu dari Komisi Tradisi DKKT sepakat dibentuk Dewan Kebudayaan.

''Dari 18 kecamatan, ada ratusan tradisi. Tiap   tahun DKKT menggelar festival seni tradisi. Memang perkembangan sekarang orang belajar seni berkurang. Seperti sekarang seni tari di sekolah masih belum optimal,'''ujarnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar