Nur Laelatul Aqifah Wakili Kota Tegal dalam Penghargaan Kalpataru

  Selasa, 12 Februari 2019   Lilisnawati
Tim Verifikasi melakukan verifikasi lapangan di kediaman Nur Laelatul Aqifah, Selasa (12/2/2019). (Lilisnawati/ayotegal)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM--Nur Laelatul Aqifah warga Kelurahan Keraton, Kota Tegal berhasil mewakili Kota Tegal dalam Penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia masuk dalam Kategori Perintis Lingkungan. 

Perintis Lingkungan adalah individu bukan pegawai negeri atau bukan pejabat negara yang mempelopori upaya luar biasa Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan merupakan kegiatan baru di wilayah/kawasan tertentu dan/atau berhasil mengembangkan teknologi lokal yang ramah lingkungan.

Nur sapaan akrabanya merupakan penggerak daur ulang sampah di lingkungannya. Ia juga menjadi pengelola Bank Sampah Mawar Biru milik Kelurahan Keraton.

Selain dirinya, di Jawa Tengah terdapat dua orang nomine lain yaitu dari Kabupaten Banyumas dan Kendal.

Tim verifikasi lapangan penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah kembali melakukan verifikasi lapangan kepada calon penerima Kalpataru. Kali ini, tim mendatangi rumah pengelola Bank Sampah Mawar Biru, Nur Laelatul Aqifah, Selasa (12/2/2019).

Tim Verifikasi tersebut dari berbagai unsur, seperti Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, LSM Bintari Semarang dan Akademisi UNNES.  

Perwakilan Tim Verifikasi Penghargaan Kalpataru dari DLHK Provinsi Jawa Tengah Endang Sudaryati mengatakan, penghargaan Kalpataru mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.30/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2017 Tahun 2017 Tentang Penghargaan Kalpataru.

Pada Permen tersebut, kata Endang, penerima Kalpataru dibagi empat katergori, yakni Kategori Perintis Lingkungan, Kategori Pengabdi Lingkungan, Kategori Penyelamat Lingkungan dan Kategori Pembina Lingkungan.

"Hari ini merupakan hari kedua kita melakukan pencocokan data dengan keadaan sebenarnya. Kita mengunjungi kediaman bu Nur. Dan memang seperti yang kita saksikan banyak hasil karyanya dari daur ulang sampah," tutur Endang. 

Menurutnya, Kalpataru juga sebagai penghargaan kepada individu atau kelompok masyarakat atas aktifitasnya, partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Nominasi Penerima Kalpataru minimal sudah menjalankan aktifitasnya selama 5 tahun.

"Jika terpilih, penghargaan nantinya akan diberikan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia," pungkas Dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar