Jelang Pemilu, Wali Kota Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Perpecahan

  Selasa, 12 Februari 2019   Lilisnawati
Diskusi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama, Selasa (12/2/2019). (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM--Kantor Kesbangpol Kota Tegal menggelar diskusi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama, Selasa (12/2/2019) di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal.

Hadir Wali Kota Tegal M. Nursholeh, jajaran Forkopimda Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal Terpilih Muhammad Jumadi, segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal, tokoh agama berserta perwakilan pemeluk agama di Kota Tegal.

Kegiatan tersebut mengusung tema Menjaga Kerukunan Umat Beragama dan Nilai nilai Kehidupan Beragama dalam rangka Menghadapi Pemilu legislatif dan Pilpres 2019. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pula penyataan sikap antar umat beragama.

AYO BACA : Kejuaraan Menembak Wali Kota Tegal Open Siap Digelar

Dengan menghadirkan narasumber pada kegiatan tersebut Ketua KPU Kota Tegal Agus Wijanarko, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPS Tegal Sri Sutjitami dan Ketua FKUB Kota Tegal Suwarso.

Kepala Kesbangpol Kota Tegal Imam Teguh Sutopo mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang arti pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama.

Selain itu, kata Imam, untuk meningkatkan harmonisasi kehidupan antar umat beragama serta meningkatkan nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air yang ber-Bhineka Tungga Ika dalam hidup beragama, berbangsa dan bernegara.

AYO BACA : Wali Kota dan Tokoh Agama Serukan Persatuan pada Perayaan Imlek 2570

Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal M. Nursholeh menyambut baik acara tersebut sebagai bukti betapa umat beragama di Kota Tegal sudah bersatu, ajur, ajer dan Guyub rukun terhadap perkembangan masyarakat.

"Pertemuan semacam ini akan memberikan arah bagi kita semua, dalam membangun  dan mengayomi masyarakat,  khususnya di Kota Tegal," kata Wali Kota, Nursholeh.

Kang Nur (Sapaan akrab Wali Kota Tegal) mengungkapkan untuk waspada terhadap ancaman perpecahan di masyarakat karena pilpres kali ini yang perlu diwaspadai adalah penggunaan politik identitas dalam meraih simpati publik.

Menurut Kang Nur, hal tersebut bukan hanya sedang dihadapi oleh Indonesia, berbagai negara lain di dunia juga sedang menghadapi masalah serupa. Penggunaan politik identitas dalam politik sangat berbahaya.

"Tak jarang implementasinya di lapangan bisa melahirkan konflik dan kekerasan di antara kelompok masyarakat. Pada akhirnya tatanan kebangsaan nasional yang sudah kita rawat dengan susah payah bisa rusak seketika”, pungkas Kang Nur.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal Terpilih Muhammad Jumadi mengajak untuk selalu bersinergi menjaga kerukunan, keamanan, tolerasi antar umat beragama di Kota Tegal.

AYO BACA : Pemkot Tegal Gelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar