Risau Konten Medsos, Umi Minta Pers Tetap Jaga Kepercayaan Masyarakat

  Minggu, 17 Februari 2019   Dwi Ariadi
Bupati Tegal, Umi Azizah memberikan sambutan dalam sarasehan peringatan HPN, yang digelar oleh PWI Kabupaten Tegal, Sabtu (16/2/2019). (Dwi Ariadi/ayotegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM--Bupati Tegal, Umi Azizah menumpahkan kerisauannya soal konten-konten media sosial yang sarat dengan hoaks dan menyesatkan. Bahkan, dia menyatakan sudah tidak lagi membaca media sosial karena banyak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Selaku kepala daerah, Umi berharap keberadaan pers di tengah arus informasi 
di era digital ini tetap menjadi rujukan informasi masyarakat. 

"Jujur saja saya sudah tidak lagi membaca informasi di media sosial. Saya tetap masih percaya dengan pers, entah itu cetak, online maupun elektronik," kata Umi Azizah dalam Sarasehan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tegal, Sabtu (16/2/2019) di Kafe Teras Ijo, Slawi, Kabupaten Tegal. 

Menurut Umi, pers harus tetap terdepan dalam menjaga kepercayaan informasi.

"Di tengah banjirnya arus informasi di media sosial yang terkadang banyak sekali kontennya itu belum tentu kebenarannya. Makanya pers harus hadir dengan segala macam perannya, baik informasi, pendidikan dan fungsi kontrolnya,''ujarnya. 

Di hadapan peserta sarasehan, Umi menegaskan, pihaknya tidak akan pernah melakukan intervensi terhadap isi berita. 

"Silakan tulis apa adanya saya lebih senang. Bila perlu pers ikut serta menjadi mitra yang bersinergi dengan pemerintah untuk membangun daerah dan memberdayakan masyarakat," tandasnya. 

Sementara itu, acara sarasehan dengan tema "Pers Itu Asyik" dihadiri dari berbagai kalangan, termasuk anggota Polres Tegal, Brigif-4/Dewa Ratna, Yonif 407/PK dan aktivis kelompok pemuda dan mahasiswa. Hadir juga Wakil Bupati Sabilillah Ardie yang juga mengharapkan pers berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat terutama dalam akses informasi publik. 

"Saya sangat setuju pers tetap dengan segala kelebihannya harus menjadi rujukan informasi yang bebas dan bertanggungjawab," terangnya. 

Adapun Ketua PWI Kabupaten Tegal, Dwi Ariadi mengemukakan, sarasehan ini mengedepankan pada aspek dialog agar semua kelompok masyarakat menyatakan pendapatnya terkait dengan keberadaan pers di wilayah Kabupaten Tegal. 

"Akses informasi yang bebas di tengah kecanggihan teknologi adalah keniscayaan. Perlu ada sikap yang bijak dan cerdas bagaimana menyikapi informasi tersebut. Jadi tidak harus asal percaya, namun perlu sikap bijak dan cermat dalam mengakses informasi, terutama di media sosial," tegasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar