Retno Tanjung dan Mina Lodra, Tarian Khas Tegal Sarat Makna

  Sabtu, 23 Februari 2019   Lilisnawati
Endang Supadmi sedang mengajarkan tari Retno Tanjung. (Lilisnawati/ayotegal.com)

AYO BACA : Lanang Setiawan, Pelopor Lahirnya Sastra Tegalan

AYO BACA : Setelah Film ''Titik Balik'', Lanang Luncurkan Album Sajak Tegalan

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM -- Setelah berhasil dipatenkan oleh Pemerintah Kota Tegal pada 2014, tarian tradisional Retno Tanjung dan Mina Lodra akhirnya resmi menjadi tarian khas Kota Tegal. Endang Supadmi, wanita berusia 57 tahun, merupakan sosok yang menciptakan dua tari tradisional khas Kota Tegal tersebut. 

Menurutnya, tari Retno Tanjung diciptakan dari keprihatinan Endang karena Kota Tegal belum mempunyai tarian khas. Sehingga pada 2004 munculah tarian ini. Selain itu, tari Retno Tanjung juga diciptakan untuk mengikuti cipta tari se-Jawa dan Bali pada 2004. 

"Setelah dilakukan beberapa penyempurnaan akhirnya kedua tarian ini dipatenkan oleh Pemkot Tegal sebagai tari khas Kota Tegal," tutur dia.

Endang mengatakan, makna dari tarian Retno Tanjung adalah penggambaran aktifitas putri nelayan di pesisir Kota Bahari.  "Retno itu intan, dan tanjung itu sebuah daratan yang berhubungan dengan lautan," kata Endang

Gerakan tari Retno Tanjung, kata Endang juga diambil dari aktifitas nelayan, seperti ada gerakan ikan, gerakan kerja nelayan, sampai menangkap ikan, dan mengolah hasil tangkapan. "Tarian ini digambarkan sebagai putri nelayan yang sedang menghias diri untuk menyambut tamu nagari atau tamu agung," jelas Endang.

Sedangkan tari tradisional Mina Lodra yang juga diciptakan pada 2004, diperuntukan untuk putra. "Mina yang artinya ikan dan Lodra itu bergejolak. Intinya menggambarkan kekayaan laut di tanah pesisir Kota Bahari," ungkapnya. 

AYO BACA : Dua Buku Serba Tegalan Rambah Malaysia dan Singapura

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar