Langgar Duwur, Musala Tertua di Tegal

  Rabu, 27 Februari 2019   Lilisnawati
Pengurus Langgar Duwur Pesengkongan Helmi menunjukkan keaslian Langgar Duwur Pesengkongan, Rabu (27/2/2019). (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM—Langgar atau Musala Duwur merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Tegal. Pasalnya musala yang yang berada di Kampung Pesengkongan, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal ini berdiri pada tahun 1821.

Pengurus Langgar Duwur Pesengkongan Helmi mengatakan, tempat ibadah ini didirikan oleh para pendatang dari luar Jawa. Tempat ini dijadikan sebagai ruang aktivitas keagamaan dan tempat berkumpulnya jemaah haji yang hendak menunggu datangnya kapal, baik dari Tegal, Brebes, maupun sekitarnya.

Menurut Helmi, dinamakan Langgar Duwur karena letak tempat ibadah ini di atas. 

"Jadi ruangan bawah untuk tempat beristirahat, di atas untuk ibadah," kata dia, Rabu (27/2/2019).

Tempat ibadah yang sudah direkomendasikan menjadi cagar budaya ini masih terlihat keasliannya, baik dari bentuk, atap, kayu, dan lainnya. 

Pada tahun 1970, Langgar Duwur Pesengkongan namanya diganti menjadi Musala Istiqomah oleh masyarakat sekitar. Musala berukuran 8x10 meter itu sampai saat ini masih digunakan masyarakat sekitar untuk kegiatan keagaaman. 

Sementara itu, Budayawan Tegal Yono Daryono mengatakan, Pesengkongan adalah wilayah metropolis klasik di Tegal karena penduduknya yang multietnis; Jawa, Madura, Bugis, Eropa, Gujarat, Sumatera, dan Tionghoa. 

"Awalnya Pesengkongan ini merupakan tempat persinggahan sementara bagi mereka yang melakukan perniagaan di Tegal," tutur dia belum lama ini.

Menurutnya, Pesongkongan menjadi titik temu bermacam etnis karena kampung Pesengkongan merupakan wilayah yang ramai sebab dekat dengan pelabuhan Tegal.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar