Poltek Harapan Bersama Gelar Workshop Kurikulum Pendidikan Vokasi Akuntansi

  Senin, 04 Maret 2019   Lilisnawati
Politeknik Harapan Bersama (PHB) menggelar Workshop Kurikulum Pendidikan Vokasi Akuntansi. (Humas PHB)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM–Politeknik Harapan Bersama (PHB) menggelar Workshop Kurikulum Pendidikan Vokasi Akuntansi Perguruan Tinggi Se-Indonesia dengan tema “Mengahadapi Revolusi Industri 4.0 dan Implementasi Konsep MEME” di Aula Gedung C, Kampus 1 PHB pada Jumat sampai dengan Sabtu (1-2/3/2019).

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Sugiharto dalam sambutannya mengapresiasi PHB karena telah sukses menyelenggarakan Workshop Kurikulum Pendidikan Vokasi.

"Bisa jadi di masa depan kota Tegal menjadi Kota Pendidikan Vokasi," tutur dia. 

Acara ini dinilainya sangat strategis.

Workshop yang diikuti 45 Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia ini membahas relevansi antara kurikulum dengan dunia kerja. 

Menurutnya, paradigma dosen tentang kurikulum selama ini masih banyak yang keliru. Seharusnya kurikulum bukan hanya untuk menentukan mata kuliah, namun perumusan kurikulum harus didasari pada profil lulusan. 

"Kurikulum bukan kumpulan mata kuliah, profil lulusan harus bertemu dengan kebutuhan di dunia industri saat ini," tutur dia.

Perguruan tinggi diminta menjalankan kebijakan Menristekdikti seperti penguatan pendidikan vokasi dan kebijakan Multi Entry Multi Exit (MEME), kebijakan yang diambil dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. MEME berlaku untuk semua prodi Politeknik hingga stratifikasi Diploma IV.

Dengan sistem MEME, peserta didik dapat diberikan pilihan untuk lulus di program Diploma Dua, program Diploma Tiga, atau sekaligus menyelesaikan Sarjana Terapan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI, Kemenristekdikti Agus Indarjo menyoroti sertifikat kompetensi lulusan agar tidak hanya diakui oleh pemerintah saja namun juga di dunia industri.

"Jadi, lulusan Politeknik yang telah memiliki sertifikat kompetensi dapat langsung diterima di dunia industri. Itulah fungsi pendidikan vokasi, mengarahkan lulusan untuk dapat bekerja sesuai dengan keahlian terapan tertentu," ujarnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar