Pemkab Brebes Alokasikan Rp6 Miliar untuk Bangun Irigasi

  Senin, 25 Maret 2019   Dwi Ariadi
Bupati Brebes Idza Priyanti saat melakukan Pembinaan, Monitoring, dan Evalusi Bantuan Pemerintah di Balai Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Jumat (22/3/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

BREBES, AYOTEGAL.COM—Pemkab Brebes melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengucurkan dana sekitar Rp6 miliar untuk membangun irigasi pertanian.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

Bupati Brebes Idza Priyanti saat melakukan Pembinaan, Monitoring, dan Evalusi Bantuan Pemerintah Program Kegiatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di Balai Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Jumat (22/3/2019), mengatakan, dengan memaksimalkan irigasi maka saat kekurangan air pun petani di Brebes masih bisa menanam bawang merah dan padi. 

''Maka dari itu, kita harus memaksimalkan pembangunan irigasi pertanian. Karena selama ini hasil produksi pertanian Brebes masuk dalam konsumsi pangan nasional,” kata Idza.

Di Indonesia, lanjut Idza, ada 514 kabupaten/kota sebagai wilayah produksi pertanian. Kabupaten Brebes menempati peringkat tiga teratas. Brebes sendiri terkenal sebagai sentra produksi bawang merah.

“Oleh karenanya, saya menyampaikan terima kasih, atas perjuangan petani selama 5 tahun 
telah membantu Pemkab Brebes di sektor pertanian,” ungkap Idza.

Petani Brebes, kata Idza, juga mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi dan pusat. Karena itu pemerintah memberikan dana bantuan pertanian semakin naik guna mendorong pencapaian hasil produksi pertanian ke depan lebih baik lagi.

“Ayo, kita dorong bersama, misi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 bos bisa 
tercapai,” ajak Idza. 

Terkait dengan hasil panen padi, lanjut Idza, Brebes menargetkan 400 ton per tahun dari hasil selama ini 50 ton per tahun kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). 

Di sisi lain, pemberian bantuan kepada Program Keluarga Harapan (PKH) akan bersumber dari pasokan padi dari petani Brebes.

“Untuk itu, selain menanam bawang merah. Padi juga jangan sampai ditinggalkan agar dapat 
memasok kebutuhan bantuan PKH dari Bulog,” tandas Idza.
Dikatakan, Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) Kabupaten Brebes 
beberapa hari ke depan akan mendapat kunjungan dari Kementerian Pertanian Republik 
Indonesia.

Kedatangannya akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 500 orang 
mengenai pemasaran bawang merah dan telur asin secara online.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan guna mendapatkan laporan hasil pemberian
program pertanian tahun 2014-2019. Selain itu, untuk mengetahui sejauh mana 
penggunaannya.

Dikatakan Yulia, di Kabupaten Brebes ada 1.596 kelompok tani yang di dalamnya ada 
Gapoktan, Poktan, P3A, UPJA, dan lainnya. Mereka telah mendapat bantuan pemerintah sesuai programnya masing-masing.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar