Antusiasme Kelompok Balo-balo dan Rebana Lestarikan Kesenian Khas Tegal

  Rabu, 27 Maret 2019   Lilisnawati
Penampilan salah satu kelompok balo-balo dalam lomba balo-balo tingkat Kota Tegal, Rabu (27/3/2019). (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal mengadakan lomba Balo-balo dan Rebana tingkat Kota Tegal di Pendopo Ki Gede Sebayu dan Ruang Adipura Kota Tegal, Rabu (27/3/2019). 

Lomba yang diikuti oleh kelompok rebana dan balo-balo terdiri atas perwakilan masing-masing kelurahan se-Kota Tegal.

Puluhan kelompok balo-balo dan rebana yang didominasi bapak-bapak dan ibu-ibu itu tampak antusias melestarikan kesenian tradisional Kota Tegal melalui lomba tersebut.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Kebudayaan Dinar Marnoto menyampaikan, Pemerintah Kota Tegal menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggarannya kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya khas Kota Tegal.

Menurutnya, seni pertunjukan berupa balo-balo yang merupakan salah satu kesenian khas Kota Tegal, sudah ada sejak jaman penjajahan dan berfungsi memanggil pejuang untuk merapat.

Kesenian Balo-balo yaitu seni musik rebana dan kencer yang diiringi puji-pujian dan lagu bernapaskan islami diambil dari ayat-ayat suci Alquran sehingga disebut juga sebagai seni religi. Unsur utamanya adalah srakal atau terbang Jawa yang dimainkan di acara-acara tertentu.

Ia berharap kepada seluruh camat dan lurah se-Kota Tegal untuk membina setiap warga kelurahannya agar setiap kelurahan memiliki grup rebana dan mengadakan latihan secara rutin.

Demikian pula di sekolah-sekolah dapat diajarkan balo-balo sebagai ekstrakulikuler kepada para siswa sehingga generasi muda Kota Tegal tertarik melestarikan kesenian tradisional. 

"Pelaksanaan lomba seni kemasyarakatan seperti pada hari ini, diharapkan nantinya akan lagi duta-duta seni Kota Tegal yang mampu mewakili pada event-event tingkat nasional, sekaligus kegiatan ini akan memperkokoh seni dan budaya leluhur kita dari terpaan budaya-budaya luar yang begitu pesat mempengaruhi generasi kita melalui media informasi dan teknologi yang semakin canggih," ujar dia. 

Salah seorang perserta, Abu Dirman, dari grup balo-balo Kelurahan Muarareja menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi kantong-kantong seni Balo-balo untuk melestarikan kesenian tradisional Kota Tegal. 

"Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi kami dan mudah-mudahan terus dilestarian sehingga anak cucu kita mengenal Balo-balo dan rebana," ucapnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar