Balo-balo, Kesenian Tradisional Masa Penjajahan yang Masih Eksis

  Kamis, 28 Maret 2019   Lilisnawati
Beberapa kelompok balo-balo di Kota Tegal berkolaborasi memainkan kesenian khas Tegal. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM—Balo-balo salah satu kesenian khas Tegal yang sudah ada sejak zaman penjajahan sampai saat ini keberadaanya masih eksis.

Terlihat dari iringan kesenian balo-balo masih terlihat dalam sebuah acara penyambutan tamu di Kota Tegal. 

Tarmono, ketua grup balo-balo dari kelurahan Kejambon menyampaikan, balo-balo berasal dari kata bala-bala yang artinya teman-teman.

Dulu, kata Tarmono, balo-balo digunakan masyarakat Tegal untuk berdakwah menyebarkan agama Islam. 

Kesenian ini juga digunakan masyarakat Tegal untuk menjalin komunikasi antarwarga. Alunan musik yang terdiri dari kencer, indukan, kempling, kempyang, dan gong ini juga digunakan untuk mengelabuhi para penjajah dalam menyusun strategi melawan Belanda.

"Jadi para pejuang menyusun strategi, para warga asyik memainkan balo-balo sehingga tidak dicurigai penjajah," ucapnya. 

Ciri khas kesenian ini, lanjut dia, tiap syairnya murni menggunakan bahasa Tegal dan musik yang monoton. Hal itu yang membuat balo-balo menarik untuk ditonton. Selain itu, dalam syair balo-balo juga mengandung nilai kehidupan. Baik tentang lingkungan sekitar, keamanan, maupun budi pekerti.

Ia berharap kesenian ini mampu bertahan dari zaman ke zaman. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar