Ekosistem Budaya Tegal Kuno Tersimpan di Desa Danaraja

  Senin, 01 April 2019   Dwi Ariadi
Ketua Satgas Pelestarian Budaya dan Nilai-Nilai Luhur Desa Danaraja, Teguh Mulyadi. (Dwi Ariadi/ayotegal)

MARGASARI, AYOTEGAL.COM -- Tidak banyak yang tahu, ternyata sebuah ekosistem budaya Tegal kuno ada di Desa Danaraja, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.

Di desa ini, tersimpan serat kuno Rambang yang terbuat dari daun lontar berbahasa jawa kuno. Serat ini terkandung pesan-pesan luhur soal hubungan sosial dan perilaku tradisi maayarakat.

Ketua Satgas Pelestarian Budaya dan Nilai-Nilai Luhur Desa Danaraja, Teguh Mulyadi, Senin (1/4/2019) mengatakan, adanya Serat Rambang ini menunjukkan Desa Danaraja menyimpan sebuah ekosistem budaya Tegal kuno.

''Ada pesan nilai-nilai luhur dari kitab Rambang yang diwariskan oleh Syekh Maulana Maghribi,''kata Teguh.

Dikatakan, nilai tradisi itu sampai sekarang masih dilestarikan oleh penduduk setempat.

''Termasuk juga bahasanya karena bahasa jawa kuno ini termasuk ibunya bahasa jawa. Aksentuasinya pakai ''a'' bukan ''o'' dsn tidak mengenal tingkatan (kasta),''papar Teguh.

Menurut Teguh, serat Rambang masih utuh dan dijaga oleh seorang juru kunci.  Hanya boleh dibuka pada 10 Zulhijah saat Hari Raya Idul Adha.

Hingga sekarang, lanjut Teguh, masih ada tradisi tiap malam jumat rutin dilakukan  oleh ibu-ibu menembangkan Suluk Brahen. Suluk ini berisi nilai-nilai kecintaan kepada Allah dan NabI Muhammad.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar