Pengguna Narkoba Coba-coba di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Capai 64 Persen

  Selasa, 23 April 2019   Lilisnawati
Dokter Balai Besar Rehabilitasi Lido dr. Hari Nugroho, M.Sc, saat memberikan materi pada Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi, Selasa (23/4/2019) di Riez Palace Hotel. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM—Berdasarkan hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2018, jumlah alasan pengguna narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa didominasi karena rasa ingin tahu atau sekadar coba-coba yakni 64 persen atau 194 responden.

Hal itu diungkapkan Dokter Balai Besar Rehabilitasi Lido dr. Hari Nugroho, M.Sc, saat memberikan materi pada Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi, Selasa (23/4/2019) di Riez Palace Hotel. 

Alasan selanjutnya, karena faktor ingin bersenang-senang mencapai 16,80 persen atau 51 responden, kemudian karena faktor ajakan/bujukan/dipaksa teman 6,60 persen atau 20 responden.

Kemudian disusul dengan alasan karena stres akibat masalah pribadi mencapai 5,60 persen atau 17 responden. Adapula karena dijebak yakni 2,30 persen atau 7 responden, dan stres akibat masalah keluarga 2 persen atau 6 responden, serta alasan lainnya 2 persen atau 6 responden.

Menurutnya, hasil survei BNN dari tahun-tahun sebelumnya juga alasan pengguna didominasi karena rasa ingin tahu atau penasaran. 

"Kebanyakan mereka penasaran, akhirnya menimbulkan kecanduan," katanya. 

Untuk itu, dari BNN mempunyai upaya pencegahan, di antaranya pencegahan primer yaitu BNN melakukan intervensi pencegahan kepada masyarakat yang belum menggunakan narkoba.

Kemudian Pencegahan sekunder yaitu sosialisasi kepada meraka yang sudah pernah menggunakan narkoba atau pemakai dan ada pencegahan tersier yaitu supaya para pemakai tidak kambuh lagi. 

Sementara itu, Kepala BNN Kota Tegal Igor Budi M menyampaikan bahwa kebijakan yang diberikan kepada para pecandu sudah luar biasa. Artinya, para pecandu murni diberikan layanan rehabilitasi secara gratis dan tidak dipidana. 

Bahkan BNN kota Tegal juga telah bekerja sama dengan 3 lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan 3 lembaga rehabilitasi milik komponen masyarakat yakni RSUD kardinah, Puskesmas Tegal Timur, Puskesmas Tegal Barat, RSU Islam Harapan Anda, RS Mitra Siaga dan Klinik Pratama Aisyiyah Siti Hajar dalam melayani rehabilitasi rawat jalan bagi pecandu pengguna dan korban penyalahguna secara gratis.

"Kemarin kita juga telah meresmikan klinik rehabilitasi milik BNN Kota Tegal. Untuk itu, pecandu atau masyarakat yang mempunyai anggota keluarga pecandu untuk dapat mengakses layanan kami. Gratis dan tidak dipidana," ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar