Lipkhas KPPS: Pemilu Jatuh Korban, Salah Siapa?

  Rabu, 15 Mei 2019   Lilisnawati
Grafis pemilu.(Attia)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM--Banyaknya anggota KPPS yang meninggal atau sakit pada saat Pemilu 2019 menarik perhatian masyarakat Indonesia belakangan ini. 

Di Kota Tegal, berdasarkan data dari KPU Kota Tegal, terdapat 11 pejuang demokrasi harus mendapat perawatan medis dan dua lainnya meninggal dunia yakni Linmas dan Ketua KPPS di TPS 39 Tegalsari. 

Ketua KPU Kota Tegal, Elvi Yuniarni mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke 13 pejuang demokarasi tersebut kepada KPU RI untuk mendapatkan santunan. 

"Untuk Ketua KPPS TPS 39 Tegalsari sendiri meninggal pada Jumat kemarin. Bukan pada saat Pemilu berlangsung," ucapnya, Rabu (15/5/2019). 

Menurut Elvi, faktor kelelahan hanyalah pemicu para pejuang demokrasi sakit bahkan meninggal. Sebenarnya, ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti petugas pemilu sebelumnya sudah mempunyai riwayat penyakit. 

"Ditambah lagi kerja ekstra sebagai petugas pemilu, membuat penyakit tersebut mudah kambuh. Karena daya tahan tubuh setiap orang itu beda-beda. Semua punya batas limitnya," katanya.

Karena sejauh ini, lanjut Elvi, pada saat rekrutmen KPPS, KPU memberikan kelonggaran kepada calon anggota KPPS tidak harus menyertakan surat keterangan sehat dari instansi terkait. 

"Kita hanya memberikan surat penyataan sehat yang ditandatangai calon tersebut," ujarnya. 

Sementara itu, menanggapi banyaknya anggota KPPS yang meninggal ataupun sakit, Ketua KPPS TPS 20 Kelurahan Margada, Kota Tegal Taryono mengatakan bahwa wajar saja kalau banyak anggota KPPS yang sakit. Karena memang tugas sebagai anggota KPPS terutama ketua sangat berat. 

"Persiapan kita sudah dari tiga minggu sebelum pemilihan. Mulai dari rapat koordinasi, bimtek, dan persiapan tempat TPS, ditambah lagi saat hari pelaksanaan. Banyaknya lima surat suara yang harus dikerjakan," tuturnya. 

Dirinya memiliki tips tersendiri untuk tetap fit dalam bertugas yakni dengan istirahat yang cukup, pola makan dijaga, minum air putih yang banyak serta menjaga perut supaya tidak kosong.

"Alhamdulillah di TPS 20 Kelurahan Margadana tidak ada anggota yang sakit," tambahnya.

Ke depan, kata Taryono, jangan terlalu banyak pilihan sampai lima surat suara. Sebaikanya pelaksanaan Pemilu antara Pilpres dengan DPR RI dipisah.

Selain itu, honor KPPS supaya ditambah. Karena menurut dia, honor Rp500.000 tidak sebanding dengan beban kerja. "Kerja 36 jam cuman dibayar Rp500.000, itupun harus dipotong pajak," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar