Lipkhas KPPS: Riwayat Kesehatan Ditelisik setelah Korban Berjatuhan

  Rabu, 15 Mei 2019   Dwi Ariadi
Seorang kerabat berdoa di depan makam Ketua KPPS 10 Desa Kaliwedi Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kaelani, Senin (22/4/2019), yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan selama bertugas dalam momen Pemilu 2019. (Erika Lia/Ayo Media Network)

SLAWI, AYOTEGAL.COM—Petugas Pemilu 2019 di Kabupaten Tegal yang jatuh sakit mencapai 52 orang, tiga di antaranya meninggal dunia. 

Berdasarkan data laporan yang masuk ke KPU, mereka mengalami kelelahan saat menjalankan tugas, baik sebagai petugas KPPS maupun pengawas TPS.

''Memang berdasarkan data yang kami dari petugas PPK hampir semuanya yang jatuh sakit penyebabnya kelelahan,'' kata Komisioner KPU Kabupaten Tegal Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Himawan Tri, Rabu (15/5/2019).

Tiga anggota KPPS yang meninggal, ujar Himawan, sesuai dengan data kronologi laporan, yakni kelelahan saat bertugas dan tensi tinggi. Salah satu korban setelah selesai bertugas sempat diopname di rumah sakit namun meninggal beberapa hari kemudian.

''Kalau yang laporan sakit memang semuanya karena kelelahan. Makanya ketika ada kejadian yang jatuh sakit kemudian ada yang meninggal kami langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk memberikan pendampingan di tingkat kecamatan,'' kata Himawan.

Terkait dengan banyaknya petugas Pemilu 2019 yang jatuh sakit dan meninggal, menurut Himawan, pihaknya kini sedang merunut riwayat kesehatan yang bersangkutan.

''Ada tim verivikasi dari dinas kesehatan untuk melihat rekam medis apakah sakitnya itu diderita sebelum atau pada saat mereka bertugas sebagai petugas Pemilu,'' paparnya. 

Dikatakan Himawan, dasar rekam medis inilah yang akan dijadikan dasar oleh KPU untuk memberikan santunan. Kasus banyaknya petugas pemilu yang sakit dan meninggal juga mendapat perhatian dari Bupati Tegal Umi Azizah.

Ketika memberikan santunan kepada keluarga petugas Pemilu yang meninggal maupun jatuh sakit, Umi menyarankan kepada penyelenggara Pemilu  untuk meninjau ulang Pemilu serentak.

''Setidaknya perlu perhatian soal kesehatan stamina petugas. Karena manusia tentu ada batasannya dalam melakukan aktivitas,'' tegas Umi.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar