Hebohkan Medsos, Pemkab Tegal Tutup Warung Lesehan Super Mahal

  Minggu, 02 Juni 2019   Dwi Ariadi
Tim Pemkab Tegal mendatangi rumah kontrakan pemilik warung lesehan Bu Emny yang menghebohkan media sosial. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Pemkab Tegal akhirnya mengambil langkah konkret terkait dengan warung lesehan yang heboh di media sosial karena mematok harga makanan selangit.

Warung Lesehan Seafood Lamongan ''Bu Anny'' ditutup sementara oleh Pemkab Tegal. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti setelah mendapat arahan Bupati Tegal Umi Azizah, Jumat (31/5/2019) malam.

Selain itu, Suspriyanti bersama sejumlah jajaran Muspika Kecamatan Slawi dan Satpol PP Kabupaten Tegal mendatangi rumah kontrakan Mutiani, pemilik Warung Lesehan Seafood Lamongan Bu Anny.

Penutupan sementara, kata Suspriyanti, untuk mencegah berulangnya kembali kasus tersebut serta memberikan perlindungan kepada konsumen.

''Kami tutup sementara warung ini sembari menunggu proses penanganan pengaduan konsumen oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kabupaten Tegal dalam waktu dekat ini, " katanya.

Menurut Suspriyanti, kasus ketok harga tak wajar ini mendapat perhatian serius dari Bupati Tegal Umi Azizah.  

Selain membuat resah banyak pihak dan memperburuk citra wilayah Kabupaten Tegal tindakan pemilik warung tersebut juga dianggap merugikan banyak konsumen, termasuk pedagang kaki lima lain di sekitarnya. 

Apalagi  ini sudah yang kedua kalinya, karena di tahun 2018, pihaknya sudah memberikan pembinaan dan peringatan keras kepada Mutiani agar mencantumkan harga pada daftar menunya. 

Sementara itu, di rumah kontrakannya, Mutiani sampaikan jika harga yang dipatok kepada konsumennya dinilai wajar karena bahan seafood yang dimasaknya berkualitas super. 

Namun, setelah disandingkan dengan harga yang sudah diperbaharui, Mutiani mengaku harga sebelumnya lebih mahal dan cenderung tidak wajar. 

Hal tersebut tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatanginya, termasuk tindakannya yang tidak mencantumkan harga di daftar menu sebagaimana yang diminta dinas terkait sebelumnya.

Ketidakwajaran harga makanan di Warung Lesehan Bu Anny ini juga diakui Raharjo, pemilik rumah kontrakan tempat Mutiani tinggal saat ini.

Raharjo mengaku dirinya sempat menjadi korban karena harus membayar mahal makanannya. Hal tersebut, imbuh Raharjo, terjadi sebelum Mutiani mengontrak rumahnya di daerah Kagok.

Sebelum meninggakan rumah kontrakan Mutiani, Suspriyanti minta pedagang makanan untuk mencantumkan harga dan mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar menjadi konsumen cerdas, salah satunya dengan menanyakan harganya terlebih dahulu sebelum membeli. 

Sebagaimana yang viral di media sosial, warung lesehan tersebut mematok harga seafood hingga Rp700.000, bahkan ada yang Rp1,2 juta.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar