Irigasi Sulit, Tanaman Bawang Merah di Brebes Dibiarkan Mengering

  Jumat, 14 Juni 2019   Lilisnawati
Tanaman bawang merah di Desa Banjaranyar, Brebes. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

BREBES, AYOTEGAL.COM—Petani bawang merah di beberapa desa di Kabupaten Brebes mengeluhkan sulitnya mendapatkan air. Akibatnya, tanaman bawang merah dibiarkan mati mengering begitu saja. 

Salah satunya di Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes. Berdasarkan pantauan Ayotegal.com, Jumat (14/6/2019), tanaman bawang merah banyak yang dibiarkan mengering, bahkan sungai yang menjadi andalan irigasi petani pun mengering. 

Menurut penuturan salah satu petani bawang merah di Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes, Watno (56), kesulitan air dirasakan petani sejak dua pekan yang lalu. 

"Irigasi kita hanya mengandalkan aliran dari Songgom. Kalo sudah musim kemarau gini paling kita menyelamatkan tanaman dengan ngebor air. Itu pun ga jadi solusi, karena air disini asin," tuturnya kepada Ayotegal.com

Sebab, untuk bisa mendapatkan air tawar, kata Watno, petani harus ngebor air ratusan meter dan menelan biaya sedikitnya Rp20 juta. "Otomatis pengeluaran petani harus bertambah," ucapnya. 

Oleh karena itu, ia lebih memilih untuk membiarkan tanaman bawangnya mengering.

"Petani yang lain juga sama, daripada ruginya lebih banyak mending mati saja," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar