Petani Bawang di Brebes Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

  Jumat, 14 Juni 2019   Lilisnawati
Seorang petani, Watno (56), menunjukkan tanaman bawang merahnya yang mengering di Desa Banjaranyar, Brebes. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

BREBES, AYOTEGAL.COM—Sulitnya irigasi akibat kekeringan membuat petani bawang merah di Brebes terancam gagal panen. Pasalnya, sejumlah petani di Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes, memilih membiarkan tanaman bawangnya mati mengering. 

Watno (56), salah satu petani yang sengaja membiarkan tanaman bawangnya yang baru berusia 12 hari itu mati. 

AYO BACA : Irigasi Sulit, Tanaman Bawang Merah di Brebes Dibiarkan Mengering

"Dari awal nanem sudah kesulitan air. Jadi, ini tidak bisa diselamatkan. Daripada ruginya tambah banyak," ucapnya.

Menurutnya, karena umurnya masih dalam hitungan hari, kerugian masih tergolong sedikit.

AYO BACA : Harga Bawang di Tegal Membaik

"Untuk 1.700 meter lahan tanah kerugian berkisar Rp10 juta rupiah. Berbeda dengan mereka yang usianya sudah masuk hitungan bulan, kerugian tentunya lebih besar," ungkapnya. 

Jika melihat tahun sebelumnya, lanjut Watno, pada Juni 2018 ketersedian air masih melipah. "Jadi, saat ini seharusnya belum waktunya kekeringan," katanya.

Ia mengungkapkan, selain dirinya, banyak petani yang terancam gagal panen. Bahkan, sulitnya irigasi juga dirasakan oleh petani di desa-desa yang lain di Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

AYO BACA : Harga Stok Pangan Stabil, Bawang Putih Turun Jadi Rp33 Ribu/Kg

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar