Kekeringan, 20 Desa Mulai Kesulitan Air Bersih

  Rabu, 26 Juni 2019   Dwi Ariadi
Pengedropan air bersih di Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu (26/6/2019).

SLAWI, AYOTEGAL.COM—Dampak musim kemarau mulai terasa di wilayah Kabupaten Tegal. Warga di sejumlah desa sudah kesulitan air bersih.

Untuk membantu warga, PMI bersama BPBD, PDAM, dan BAZNAS melakukan pengedropan air ke desa yang kesulitan air bersih.

Usai dilepas Bupati Tegal Umi Azizah, dua tangki air menyasar ke dua desa di Kecamatan Suradadi, yakni Kertasari dan Jatimulya.

Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto mengatakan, beberapa wilayah di Kabupaten Tegal mengalami krisis air bersih.

AYO BACA : Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengering di Ladang Sawah

''Sumber air seperti sungai, sumur, dan pompa air mengalami kekeringan,'' katanya.

Berdasarkan data yang masuk baik dari permintaan warga dan tinjauan lapangan ada 20 desa dari lima kecamatan yang kesulitan air bersih.

Kecamatan Warureja (6 Desa):
1. Kedungkelor
2. Banjaragung
3. Banjarturi
4. Kreman
5. Rangimulya
6. Sukareja

Kecamatan Suradadi (6 Desa):
1. Kertasari
2. Jatimulya
3. Harjosari
4. Gembongdadi
5. Purwahamba
6. Karangmulya

AYO BACA : Petani Bawang di Brebes Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

Kecamatan Jatinegara (5 Desa):
1. Dukuhbangsa
2. Lebakwangi
3. Lembahsari
4. Penyalahan
5. Tamansari

Kecamatan Kedungbanteng (2 Desa) :
1. Karanganyar (Dukuh kali susu)
2. Karangmalang

Kecamatan Balapulang (1 Desa):
1. Karangjambu

Menurut Sunarto, target air bersih yang akan didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 375.000 liter atau 75 tangki.

''Waktu pelaksanaan distribusi air bersih dimulai akhir Juni hingga September 2019,'' jelasnya.

AYO BACA : Siap-siap! Kemarau, Suhu di Tegal Raya Akan Lebih Dingin dan Kering

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar