Pilkades Serentak Tahap Dua di Brebes Gunakan E-Voting

  Kamis, 04 Juli 2019   Dwi Ariadi
Bupati Brebes Idza Priyanti menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pejabat Ahli Utama Perekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, Andari Grahitandaru, di Pendapa Bupati Brebes, Kamis (4/7/2019).

BREBES, AYOTEGAL.COM—Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang kedua secara Elektronik Voting (e-voting), Pemerintah Kabupaten Brebes menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia.

Bupati Brebes Idza Priyanti menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pejabat Ahli Utama Perekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Andari Grahitandaru, di Pendapa Bupati Brebes, Kamis (4/7/2019). 

"Dengan sistem e-voting ini bisa dijamin keamanan data dan informasi, serta evaluasi hasil pelaksanaan pilkades juga secara elektronik," kata Idza.

Pilkades serentak e-voting akan dilaksanakan di 108 desa pada Desember 2019.

Menurut Idza, kerja sama tersebut meliputi pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-voting, pendampingan pengolahan data dan informasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pendampingan penyelesaian permasalahan melalui jejak audit.

Idza berharap penerapan sistem e-voting mampu mewujudkan penyelenggaraan pilkades yang akurat, akuntabel, efektif, dan efisien. Penerapan sistem ini merupakan kali pertama di Brebes. Sebelumnya, Pemilihan Kepala Desa gelombang pertama di 148 desa di Kabupaten Brebes pada 16 Juni 2019 lalu masih menggunakan sistem manual.

"Kami berterima kasih kepada BPPTRI telah memfasilitasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa gelombang kedua bulan Desember tahun 2019 dengan sistem e-voting. Mudah-mudahan berjalan lancar dan sukses," ungkap Idza.

Sementara itu, Pejabat Ahli Utama Perekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPTRI, Andari Grahitandaru, mengatakan, penandatanganan MoU itu bertujuan menciptakan pemilihan kepala desa yang jujur dan adil. Hal itu karena pemilih hanya bisa menggunakan hak pilihnya menggunakan KTP elektronik.

"Sehingga kemungkinan besar tidak ada penyelewengan suara dengan undangan pemilih yang bisa dimanipulasi," ucap Andrari Grahitandaru.

Penjabat Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Brebes Aris Laode Vindar menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi dan melakukan persiapan terkait rencana pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik.

"Untuk tahapannya saat ini kita masih melakukan sosialisasi dan persiapannya. Termasuk koordinasi dengan seluruh camat di Kabupaten Brebes," ucap Aris.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar