Ria Enes 'Susan' Hibur Anak-anak di Brebes

  Rabu, 10 Juli 2019   Dwi Ariadi
Ria Enes bersama boneka Susan menghibur anak-anak Brebes dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Brebes, di Pendapa Bupati Brebes, Rabu (10/7/2019).

BREBES, AYOTEGAL.COM—Penyiar, penyanyi, cum pembawa acara terkenal, Ria Enes bersama boneka Susan, menghibur anak anak Brebes dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Brebes, di Pendapa Bupati Brebes, Rabu (10/7/2019).

Pemilik nama asli Wiwik Suryaningsih ini sambil membawa boneka Susan berdialog dengan anak-anak Brebes disaksikan Wakil Bupati Brebes Narjo dan Ketua Tim Penggerak PKK Sri Legiastuti Narjo.

Dengan gayanya yang komunikatif sembari diselingi bernyanyi, Ria berdialog seputar anak dan pola asuh. Anak-anak Brebes pun yang menyaksikan penampilan Ria Enes Susan yang bisa menciptakan suara anak-anak itu dengan gembira. 

Dengan boneka Susannya, Ria berdialog dengan audiens. Dalam dialog, Ria juga mengajak anak-anak bernyanyi Si Kodok, Kodok dan Semut, Susan Punya Cita-cita, dan Selamatkan Lagu Anak Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes dr Sri Gunadi Parwoko mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan  agar keluarga lebih perhatian kepada anak. Karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak bangsa dan kehidupan bernegara. Juga sebagai bentuk kepedulian seluruh bangsa Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak. 

Wakil Bupati Brebes Narjo dalam sambutannya mengaku senang dengan kegiatan bercerita yang dibawakan Ria Enes. Kabupaten Brebes sangan konsen dengan kehidupan anak-anak dengan memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak secara keseluruhan.

Atas langkah pemkab beperhatian penuh kepada anak-anak, Kabupaten Brebes telah mendapatkan predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) lebih dari 4 tahun berturut turut sejak 2012.

Pemkab pun terus mendorong peningkatan peran serta pemerintah, mitra kerja, swasta, masyarakat dan keluarga tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga secara optimal yang meliputi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi serta fungsi lingkungan yang mendorong terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar