Difabel Slawi Olah Limbah Bambu Jadi Produk Menarik, Ini Wujudnya

  Sabtu, 13 Juli 2019   Dwi Ariadi
Nur Anisa dari Galeri Petik bersama difabel, Dede dan Indra menunjukkan produk kerajinan bambunya. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Kelompok Difabel Slawi Mandiri (DSM) melakukan inovasi kerajinan yang cukup menarik dari bambu. 
Dari tangan terampil mereka, limbah kerajinan anyaman bambu khusus jenis wulung diolah menjadi beragam produk kerajinan seperti lampion, tirai dan gazebo.
Dede Atmo Pernoto, salah satu anggota DSM mengatakan, beberapa anggota difabel menekuni kerajinan ini dengan pembimbingan dari Galeri Petik, Tegalandong.
''Kerajinan ini memanfaatkan limbah bambu dari kerajinan anyaman di Dukuhsalam, kemudian dibuat produk yang bisa lebih bermanfaat dan memilki nilai ekonomi,''katanya.
Hal yang sama juga disampaikan rekannya, Indra Eravani. ''DSM sudah menekuni kerajinan bambu sekitar dua tahun. Awalnya kerajinan anyaman bambu (gribik) namun sekarang merambah ke produk lain,''ujarnya.
Sementara itu, Nur Anisa Amini dari Galeri Petik menuturkan, basis keterampilan para difabel sudah cukup baik.
''Hanya butuh sedikit inovasi seperti pembuatan model biar lebih variatif dan teknik finishing,'paparnya.
Dalam satu minggu, lanjut Anis, para difabel bisa membuat 4-5 produk. ''Proses pembuatannya memang masih menggunakan tenaga manual dan alat yang sederhana. Jadi ya menyesuaikan saja. Tapi yang pasti sudah cukup bagus dan layak untuk dipasarkan,''tandasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar