Perangi Rentenir, Brebes Launching Kredit Mikro Sejahtera

  Jumat, 19 Juli 2019   Dwi Ariadi
Penandatanganan kerja sama Perumda BPR Bank Brebes dan PD BPR BKK Banjarharjo dengan Jamkrida Jateng. Disaksikan Asisten II Sekda Brebes Muhammad Iqbal, Kepala OPD terkait, Direktur PT BKK Jateng Cabang Brebes, serta anggota TPAKD. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

BREBES, AYOTEGAL.COM--Guna mewujudkan kesejahteran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Brebes, melaunching Kredit Mikro Sejahtera (KMS) guna membantu permodalan yang menjadi kendala para pelaku UMKM saat ini.

“Launching KMS untuk memerangi rentenir, dengan menyediakan kredit murah, layanan cepat, dan tanpa agunan,” ucap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Tegal, Ludi Arliyanto saat Rapat Penetapan Program dan sosialisasi Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), di OR Sekda Brebes, Jumat (19/7/2019).

Sasaran KMS, menurut Ludi, diperuntukan bagi pedagang pasar dan UMKM dengan suku bunga murah dan layanan cepat. 
\nFitur produk yang ditawarkan yaitu suku bunga murah maksimal sebesar 7 persen flat per tahun, dengan plafon maksimal 2 juta tanpa potongan provisi dan administrasi serta tanpa agunan.

AYO BACA : Kabupaten Brebes Raih 2 Penghargaan di Harkopnas

“TPAKD akan memfasilitasi 3 BUMD milik Pemerintah Kabupaten Brebes, yaitu PD BPR BKK Banjarharjo, Perumda BPR Bank Brebes, dan PT BKK Jawa Tengah KC Brebes sebagai penyalur KMS bekerja sama dengan PT Jamkrida Jateng,” terang Ludi yang juga sebagai Pengarah 2 TPAKD.

Untuk menunjang KMS, kata Ludi, pihaknya akan melakukan transformasi Badan Keuangan Desa (BKD) menjadi BUMDesa. Program ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan BKD dalam rangka perluasan akses keuangan masyarakat Kabupaten Brebes. Saat ini, total 89 BKD dari 92 BKD non aktif sudah diberikan pencabutan izin usaha, sedangkan sejumlah 3 BKD kategori non aktif belum dicabut izin operasionalnya.

“Sebanyak 22 BKD telah selesai bertansformasi menjadi BUMDesa mandiri, masih terdapat 65 BKD aktif yang belum bertransformasi. Pada 6 Maret 2019 telah diadakan asistensi perizinan transformasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Brebes kepada perwakilan 34 Desa yang terdapat BKD.

AYO BACA : \'Gerakan Kembali Sekolah\' Brebes Raih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Menurut Ludi, saat ini terdapat 8 BKD sedang dalam proses pecabutan izin usaha BKD di Departemen Perizinan dan Infornasi Perbankan (DPIP). Permasalahan yang dihadapi yaitu batas waktu transformasi BKD sampai 31 Desember. 
\nApabila tidak bisa diselesaikan ada 2 alternatif transformasi BKD, di antaranya melebur ke Perumda BPR Bank Brebes atau bertransformasi menjadi LKM.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jateng, Nazir Siregar mengatakan, pihaknya akan membantu UMKM sesuai tupoksi yaitu melakukan akses permodalan yang fisibel. Adanya program dari TPAKD, tentunya Jamkrida memberikan dana sumbangan apa bila diperlukan.

“Kami adalah panjang tangan dari pemerintah daerah, melalui sinergi akan kami support dan menjamin program yang ada di daerah sesuai kemampuan,” kata Nazir.

Bupati Brebes Idza Priyanti  melalui Wakil Bupati Brebes Narjo  dalam sambutan tertulis mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada segenap anggota TPAKD atas kerja kerasnya selama ini, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes serta mewujudkan masyarakat yang lebih unggul dan sejahtera.

AYO BACA : Buka Gebyar PAUD, Idza Ingatkan Anak Tanggung Jawab Bersama

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar