Mencicip Kupat Glabed Khas Tegal yang 'Benar-benar' Glabed

  Sabtu, 27 Juli 2019   Lilisnawati
Satu porsi Kupat Glabed, kuliner khas Tegal. (Lilisnawati/ayotegal.com)

TEGAL SELATAN, AYOTEGAL.COM -- Ketupat atau kupat merupakan kuliner yang identik dengan perayaan Idulfitri. Namun, berbeda bagi masyarakat Tegal. 

Kuliner tersebut sudah menjadi makanan khas yang dijajakan tiap harinya. Tak hanya satu, beragam sajian olahan ketupat banyak dijajakan di Kota Bahari ini, salah satunya yakni kupat glabed Randugunting. 

Selain sudah menjadi kuliner andalan masyarakat Tegal, kupat glabed juga banyak diburu para pecinta kuliner dari luar daerah. Layaknya sate Tegal, kupat glabed juga banyak ditemukan di sudut-sudut Kota Tegal. 

Salah satu warung kupat glabed yang cukup terkenal yakni kupat glabed Ibu Wartini yang berada di Jalan Ayam, Kelurahan Randugunting, Kota Tegal. Meski warungnya tidak berada di pusat kota, namun warung kupat glabed yang kini diteruskan ke anaknya Rina Fatianah (29) ini selalu ramai. 

Kuliner yang satu ini biasanya dipadukan dengan sate kerang dan sate ayam yang sudah dilumuri saus kacang. "Untuk satu porsinya, kupat glabed hanya dijual Rp9.000 per porsi dan harga sate hanya Rp3.000 per tusuk," katanya.

Dibuka mulai pukul 16.00 WIBsampai 22.00 WIB, warung ini mampu menghabiskan 100 porsi kupat glabed dan 100 tusuk sate kerang dan sate ayam setiap harinya.

Menurutnya, yang membedakan kupat glabed dengan kupat yang lainnya yaitu pada kuahnya. Kupat glabed identik dengan kuah kuning yang kental. 

"Namanya juga kupat glabed, jadi kuahnya glabed atau kental. Bagi masyarakat Tegal Glabed itu bisa diartikan nikmat, sedap, kaya rempah-rempah," ucapnya.

Sementara dikatakan kupat glabed Randugunting yakni karena banyak masyarakat Kelurahan Randugunting yang menjual kupat glabed. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar