Ruwatan Ketel Uap, Mengenang Sejarah Perkebunan Teh Kaligua

  Senin, 29 Juli 2019   Dwi Ariadi
Tradisi meruwat ketel uap untuk mengenang sejarah berdirinya Perkebunan Teh Kaligua.

BREBES, AYOTEGAL.COM--Di Kabupaten Brebes,  terdapat tradisi meruwat ketel uap untuk mengenang sejarah berdirinya Perkebunan Teh Kaligua. Ruwatan tersebut dikemas dalam Kaligua Culture Festival (KCF) yang digelar Sabtu (27/7/2019). 

Dalam ruwatan tersebut, terdapat replika ketel uap raksasa, gunungan hasil bumi, serta sesaji yang diarak dari lapangan Argowisata Kaligua menuju tempat penyimpanan ketel uap pabrik teh Kaligua, di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes.

Menurut Administratur PT Perkebunan Nusantara (PNPN) IX Kaligua, Yudhi Purnomo, tradisi atau budaya di Kaligua tidak lepas dari sejarah berdirinya perkebunan. 

Awal mulanya ketika perusahaan akan dibangun pada 1879, mulai dibuka lahan, dipersiapkan lahan, dan pembibitan.

"Sepuluh tahun kemudian, tahun 1889 perusahaan yang dikelola oleh Van De Joeng, mulai mendatangkan mesin berat salah satunya mesin uap," katanya.

Proses mendatangkan mesin, lanjut Yudhi, selama 20 hari perjalanan dari Kretek ke Kaligua diikutsertakan dalam rombongan kesenian tari ronggeng, untuk menghibur tenaga pemikul ketel uap saat beristirahat. 

Adanya kesenian ronggeng begitu kuat, lalu diangkat menjadi kesenian tari di Kaligua.

"Ke depan kegiatan KCF bisa menjadi event tahunan yang lebih besar lagi. Setiap tahun dikemas lebih cantik dan lebih bagus lagi. Sehingga harapannya menjadi event nasional. Yang dibutuhkan yaitu support dan batuan dari pemerintah daerah," harap Yudhi.

Selain itu, pihaknya sangat mendukung KCF karena mengandung nilai-nilai kebudayaan yang selaras dengan visi perusahaan, yaitu tumbuh berkembang bersama mitra, dan misinya mengembangkan argowisata di Kaligua.

"Akan sangat membantu dalam pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Brebes. KCF yang pertama ini akan menjadi embrio terhadap pelestarian budaya," tandasnya.

Pembukaan KCF ditandai dengan prosesi penyerahan bendera merah putih dan bendera KCF kepada Bupati Brebes  Idza Priyanti oleh rombongan napak tilas yang berjalan dari Universitas Peradaban Bumiayu menuju lapangan pabrik Teh Kaligua.

Idza sangat berharap KCT mampu melestarikan dan mengembangkan potensi daerah. Ia melihat potensi KCF dapat menjadi momentum memajukan sektor pariwisata.

"Semoga bisa menjadi event tahunan. Mampu memajukan pariwisata agar perekonomian masyarakat berkembang. Karena selain melihat kebun teh, wisatawan juga bisa membeli cindera mata Kaligua," kata Idza.

KCF yang mengusung tema "Berbudaya, Bersama, Berkarya,dan Bergembira" dimaksudkan agar masyarakat sadar dan melestarikan kebudayaan.

"Kita jangan melupakan sejarah, meskipun itu pahit. Apalagi sejarah itu memiliki nilai arif dan kreatif. Menjaga agar budaya kita tidak pudar," papar Idza Priyanti.

Menurut Idza, perhatian pemerintah daerah akan mendukung segala yang diupayakan, seperti pembangunan akses ke tempat wisata yang akan didorong bersama.

Selain prosesi ruwat ketel uap, ada pementasan tari ronggeng, musik kebun teh, pameran karya komunitas, creative sharing atau taklshow kreatif, sarasehan budaya, pesta seribu obor, dan berbagai kegiatan kolaborasi dari para pelaku seni yang ada di wilayah Brebes Selatan. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar