16 Desa di Banjarnegara Krisis Air Bersih

  Selasa, 30 Juli 2019   Abdul Arif
Sejumlah warga antre menunggu pembagian air bersih di Desa Jati Mulya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). Kementerian PUPR membagikan 8.000 liter air bersih untuk kebutuhan mandi, minum dan memasak, karena sebanyak 22 desa di lima kecamatan Kabupaten Tegal mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih sejak satu bulan terakhir. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/aww.

BANJARNEGARA, AYOTEGAL.COM-- Sebanyak 16 desa di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Data tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara. 

\"Jumlah desa yang mengalami kekeringan terus bertambah, pada saat ini jumlahnya ada 16 desa,\" kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Selasa (30/7/2019).

Dia menyebutkan, 16 desa tersebut antara lain Desa Kalitengah, Desa Karanganyar, Desa Kaliajir, Desa Merden, Desa Petir, Kecamatan Purwanegara.

Selain itu, Desa Jalatunda dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja. Selain itu, Desa Karangjati Kecamatan Susukan, dan Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok.

AYO BACA : Masih Jadi Momok, Masyarakat Diimbau Mandiri Olah Sampah

Selain itu, Desa Kebutuhjurang, Desa Kebutuhduwur, Desa Lebakwangi dan Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Desa Kebondalem Kecamatan Bawang dan Desa Ampelsari Kecamatan Banjarnegara dan Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan.

Pihaknya memprediksi, jumlah desa tersebut masih bisa bertambah mengingat musim kemarau akan memasuki puncaknya pada bulan Agustus mendatang.

\"Kami terus melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi makin meluasnya kekeringan di wilayah Banjarnegara,\" katanya.

Untuk itu, pihaknya juga terus menyiagakan personel dan mobil tangki air yang siap mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

AYO BACA : 174 ASN di Brebes Memasuki Masa Pensiun

\"Hingga hari ini kami sudah mendistribusikan sebanyak 120 tanki atau setara dengan 600.000 liter air ke daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih,\" katanya.

Pihaknya, kata dia, terus menyiagakan personel sehingga dapat memberikan respons cepat apabila ada laporan kekeringan dari masyarakat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kabupaten Banjarnegara akan memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2019.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi mengatakan, tren curah hujan di wilayah Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya terus mengalami penurunan karena wilayah ini sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal bulan Juni 2019.

BMKG, kata dia, juga ikut mengajak masyarakat bijak menggunakan air guna mengantisipasi dampak kekeringan.

AYO BACA : 54 Persegal Junior Siap Jadi Bibit Atlet Sepak Bola Kota Tegal

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar