Regenerasi, ACT Kini Dipimpin Ibnu Khajar

  Jumat, 02 Agustus 2019   Adib Auliawan Herlambang
dok. ACT

JAKARTA, AYOTEGAL.COM – Dipilihnya Ibnu Khajar sebagai presiden ACT yang baru adalah  bagian dari Regenerasi yayasan sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT). Hal itu diharapkan bisa memperkuat dan mengembangkan organisasi kemanusiaan nirlaba dalam kancah nasional maupun global.

“Insyaallah semua harapan besar untuk makin memperkuat kontribusi bangsa melayani masyarakat yang terpapar bencana kemanusiaan bisa diemban dengan baik oleh Pak Ibnu Khajar selaku Presiden ACT yang baru karena beliau sudah membersamai ACT selama bertahun-tahun, sehingga tidak ada keraguan,” terang  Ahyudin mantan presiden ACT, yang kini menjabat sebagai Pembina Yayasan, Jumat (2/8/2019).

AYO BACA : Cegah Berita Hoaks, ACT Tunjukkan Aksi Nyata

Pengalaman Ibnu Khajar dalam pengembangan dan penguatan filantropi serta aksi kemanusiaan sudah tidak diragukan lagi. Keterlibatannya pada pengelolaan sejumlah departemen di ACT, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII)-ACT, dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Ibnu Khajar mengajak seluruh stakeholders ACT untuk menguatkan peran lembaga di kancah nasional maupun global dengan menjalin kolaborasi bersama seluruh unsur masyarakat, baik sipil maupun pemerintahan.

AYO BACA : Kementerian LHK Minta Penggunaan Air Raksa Dihentikan

“Saya terima sebuah amanah dari lembaga ini untuk memimpin sebuah lembaga yang telah berjalan selama 14 tahun. ACT, selama kiprahnya, terus membersamai Indonesia dalam setiap aksi kemanusiaan, baik dalam skala nasional maupun global. Harapannya, bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar. Kami ingin bersama bangsa ini untuk menjadi bangsa yang sangat terdepan dalam menjalani program kemanusiaan,” tutur Ibnu.

Menurut Ibnu, dibutuhkan kerja keras yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Mereka di antaranya publik, komunitas, relawan, korporasi, hingga pemerintah. Bersama seluruh stakeholder-nya, ACT membantu bangsa ini memberikan solusi pada permasalahan umat melalui jalur diplomasi kemanusiaan.

“Maka kami ingin pada waktu terjadi bencana kemanusiaan, bangsa ini, baik pada level pemerintah atau pun pada level masyarakat sipil, dapat bergerak cepat. Kami sangat sadar dan berterima kasih, di antara lembaga-lembaga kemanusiaan, ACT diberikan kesempatan untuk menjadi lembaga terbesar di Indonesia yang membersamai pemerintah melakukan penanganan korban bencana di banyak tempat. Kami juga membersamai kiprah negara ini di ranah global, antara lain terkait program kemanusiaan untuk masyarakat Palestina, Somalia, Rohingya, dan lainnya,” imbuh Ibnu.

 

AYO BACA : Gojek Ganti Logo, Ubah Citra

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar