Melongok 'Dapur' Peruri, Lihat Cetak Uang Dilarang Bawa Dompet

  Jumat, 02 Agustus 2019   Dwi Ariadi
Ruang pamer kertas uang di Peruri (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

KARAWANG, AYOTEGAL.COM - 'Obyek Vital Nasional', tulisan itu terlihat jelas di pintu masuk kantor produksi Perum Peruri yang berada  di Desa Parung Mulya, Kecamatan Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat.

Memasuki kawasan kantor yang berdiri di atas lahan 220 hektare ini memang tidak sembarang orang diperbolehkan masuk. Pengamanan berlapis sudah terlihat dari pintu gerbang. Tiap tamu yang datang diperiksa satu per satu oleh petugas lengkap dengan metal detector.

Ayotegal.com dan awak media yang berkunjung bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal memperoleh kesempatan melihat dari dekat proses produksi cetak uang ini, Rabu (1/8/2019).

Kali pertama masuk gedung, terdapat ruang pamer lengkap dengan etalase display kertas uang. Ada beragam jenis lembaran uang  komplet dengan alat cetaknya dari masa ke masa dipanjang tertata rapi.

AYO BACA : Regenerasi, ACT Kini Dipimpin Ibnu Khajar

Marta Hendra Wijaya, Kepala Departemen Persiapan Percetakan Uang menjelaskan, Peruri tidak sekadar cetak uang rupiah saja tapi juga mencetak produk lain.

 ''Ada lima produk yang kami cetak selain uang juga paspor meterai sertifikat tanah, dan pita cukai. Selain itu juga mencetak uang untuk negara luar, yakni Nepal, Filipina dan Srilangka,''katanya.

Memaparkan bagaimana uang itu dicetak, baik yang kertas maupun logam, Marta mengungkapkan proses tahapan berjenjang dengan pengamanan berlapis.

Diawali dari desain gambar berupa garis-garis yang rumit, gambar tokoh, hingga penomoran seri. Khusus untuk desain yang sebelumnya dilakukan secara manual, sejak tahun 2015 seri wajah menggunaakan scanning dengan komputer dengan standar berpengaman tinggi.

AYO BACA : Anak Komedian Nunung Alami Perundungan, Ini Tanggapan KPAI

Beberapa fitur pengaman lain di antaranya  penggunaan watermark, cetak intaglio, benang pengaman dan tinta sekuriti.

''Selain fitur-fitur sekuriti yang mudah dikenali oleh masyarakat umum tersebut juga diterapkan unsur pengaman tidak kasat mata yang hanya dapat diketahui melalui bantuan alat maupun oleh petugas laboratorium atau forensik,''katanya.

Adapun  untuk uang logam, fitur pengamanannya lebih menonjolkan aspek kerumitan desain dan detail hasil cetak. Dikatakan, semua proses selalu dikonsultasikan dengan BI sebagai pihak pengorder.

Sementara itu, ketika melihat bagian percetakan pengunjung tidak membawa uang dalam dompet, tak terkecuali uang koin dan juga kamera.

Humas Peruri, Dina Eni Ana menjelaskan, sistem pengamanan berlapis terhadap pengunjung berlaku untuk karyawan maupun tamu, tak terkecuali pejabat.

''Ini memang sudah sesuai dengan protap yang sesuai dengan standar sertifikasi pengamanan,''katanya.

AYO BACA : Anak-anak di Pulai Kecil Butuh Wadah Berliterasi

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar