Gagal Panen, Puluhan Petani Ajukan Klaim Asuransi

  Senin, 12 Agustus 2019   Dwi Ariadi
Sejumlah pekerja sedang menggali saluran di pinggir sawah Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM -- Sedikitnya 250 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tegal mengalami puso alias gagal panen akibat kekeringan. Karena itu, puluhan petani kini mengajukan klaim asuransi usaha tani.

''Kami sekarang sedang memproses sekitar pengajuan klaim asuransi dari petani. Jumlahnya antara sekitar 70 orang dan jumlah kemungkinan bisa bertambah,''kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Khofifah, Senin (12/6/2019).

Dikatakan, asuransi petani itu memang sudah ada sejak tahun 2017 dengan total anggota sekitar 15 ribu orang.

''Asuransi memang disarankan kepada petani untuk mengantisipasi kalau terjadi gagal panen. Mereka bisa mengambil haknya sekitar Rp 6 juta rupiah sekali musim,''ujarnya.

Adapun persyaratan pengajuan premi asuransi Rp 36 ribu/tiga bulan diajukan oleh petani lewat petugas penyuluh pertanian (PPL). Adapun klaimnya tetap melalui Dinas Pertanian untuk dinyatakan gagal panen atau tidak.

Mengaju pada tahun 2018, lanjut Khofifah, jumlah klaim asuransi petani mencapai Rp 900 juta.

''Asuransi ini sangat meringankan petani. Kategori puso bisa dampak kekeringan, hama atau terkena banjir,''paparnya.

Ditanya soal hasil panen pada musim tanam kali ini,Khofifah menegaskan, posisi cadangan pangan masih aman.

''Bahkan surplus 72.800 ton. Kami juga memiliki cadangan pangan daerah 15 ton, sementara di Bulog ada 100 ton. Secara umum dampak kekeringan, posisi hasil panen masih surplus meski ada beberapa lahan yang puso,''tandasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar