Danyonif 407/PK Ingatkan Istri Prajurit TNI Bijak Gunakan Medsos

  Rabu, 11 September 2019   Dwi Ariadi
Pembina Persit Kartika Candra Kirana Ranting 4 Yonif 407 Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar hadir dalam pertemuan gabungan di Aula Kapten Damhuri Amir Yonif 407/PK, Selasa (10/09/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal)

ADIWERNA, AYOTEGAL.COM -- Persit Kartika Candra Kirana Ranting 4 Yonif 407 menggelar kegiatan pertemuan gabungan anggota Persit Kartika Candra Kirana se-jajaran Ranting 4 Yonif 407 di Aula Kapten Damhuri Amir Yonif 407/PK, Selasa (10/09/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Yonif 407/PK Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, Pasi Pers Yonif 407/PK Lettu Inf Masraniansyah, Ketua Persit KCK Ranting 4 Yonif 407/PK, Ny. Puspita Siregar serta para ketua Anak Ranting.

Selaku Pembina Persit KCK Ranting 4 Yonif 407, Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar menyampaikan, organisasi Persit ahir dari adanya rasa ingin senasib dan sepenanggungan.
Pada saat itu di masa memperjuangkan kemerdekaan, kata Danyonif, para ibu-ibu atau istri dari para pejuang itu mempunyai satu rasa, satu tujuan dan ingin mencoba memiliki satu rasa sama-sama berjuang rasa senasib sepenanggungan.

“Maka ide itu lahir di tengah-tengah sulitnya untuk memperjuangkan kemerdekaan. Pada saat itu bapak-bapaknya harus berangklat ke medan juang untuk memperjuangkan kemerdekaan dan ibu-ibu pada saat itu mempunyai keinginan rasa senasib dan sepenanggungan untuk sama-sama bagaimana membentuk suatu wadah perkumpulan. Atas latar belakang itu, hari ini kita sudah menjadi organisasi yang terbesar, bahkan mungkin se-Asia Tenggara. Bayangkan dari Sabang sampai Merauke organisasi Persit itu ada sampai dengan ke pelosok-pelosok, seluruhnya ada dengan pakaiannya sama dan aturan yang sama,”paparnya.

Dikatakan,  jika organisasi Persit itu dikelola dengan baik, maka mempunyai suatu kekuatan yang besar.

“Begitu berkomitmen menikah dengan prajurit secara langsung bahwa istri dari prajurit menjadi anggota Persit, hal tersebut juga melalui proses. Tak sedikit juga ibu Persit yang berprestrasi di organisasi Persit, namun ada juga ibu Persit yang melakukan penyimpangan,” begitu tegasnya.

Karena itu,  Danyonif berpesan kepada seluruh ibu-ibu Persit, agar dalam penggunaan media sosial harus lebih hati-hati.

 ''Gunakanlah media sosial dengan lebih bijak. Tidak usah mengumbar aib, mengumbar informasi yang tidak jelas,”tegasnya.

Adapun Ketua Persit Kartika Candra Kirana Ranting 4 Yonif 407 Ny Puspita Siregar menyampaikan bahwa pertemuan dan kegiatan-kegiatan rutin yang dilaksanakan Persit seperti olahraga, keterampilan dan pengajian merupakan bentuk pembinaan dan kewajiban dari unsur pimpinan kepada anggota Persit yang bertujuan untuk bersosialisasi dengan anggota Persit yang lainnya. 

Selain itu, juga untuk menyampaikan informasi-informasi yang tengah berkembang. Disisi lain, dengan adanya kegiatan bersama juga dapat menghilangkan stres atau kejenuhan.

“Banggalah dengan status ibu-ibu menjadi anggota Persit, karena diberikan kepercayaan untuk meneruskan perjuangan pendiri-pendiri Persit terdahulu,''pungkasnya. (Dwi Ariadi)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar