Sarjana Teknik Mesin Unnes Ini Sukses Jadi Petani Milenial

  Rabu, 11 September 2019   Dwi Ariadi
Nanda Septiawan, seorang petani milenial asal Bogares Lor, Pangkah, Kabupaten Tegal menunjukkan hasil panen buah jambu, Rabu (11/9/2019). (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

PANGKAH, AYOTEGAL.COM-- Di tengah hamparan kebun jambu, Nanda Septiawan Aziz (29) warga Bogares Lor, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal tampak sibuk menyirami pohon jambu yang mulai berbuah. Dengan mengenakan caping gunung, ia tak mempedulikan panas matahari yang menyengat. Sesekali ia menyeka keringat di wajahnya.

\"Alhamdulillah ada yang sudah bisa dipetik. Rasanya juga manis karena ini jambu madu,\" katanya kepada Ayotegal.com di kebun jambu yang diberi nama \"Keboen Permata Garden\" itu.

Nanda menyampaikan ada sekitar 400 pohon jambu dalam pot tertata rapi di lahan seluas satu hektare.

AYO BACA : Tangkapan Berkurang, Nelayan Muarareja Tegal Pilih Nganggur

Alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin itu mengaku memilih jadi petani milenial sejak lulus kuliah Tahun 2014.

\"Saya berpikir sebagian besar penduduk di Indonesia itu bertani dan kalau ditekuni memang sangat mengasyikkan,\" ujarnya.

Sebelum budidaya jambu, dia menanam pohon durian sembari melakukan tumpangsari dengan jambu. Dengan alasan masa panen durian cukup lama, dia kemudian fokus ke budidaya jambu varietas madu deli hijau (MDH). 

AYO BACA : Wajah Baru Pantai Muarareja dari Kumuh Menjadi Primadona

Awalnya, dengan modal Rp 7 juta untuk membeli bibit dari Jogja, kini ia bisa memanen jambu dengan rentang waktu delapan bulan. \"Karena umur pohon yang sudah sekarang tiga bulan sekali bisa dipanen,\" katanya.

Nanda menyebut dalam sekali panen bisa meraup hasil mencapai Rp 17 juta. Adapun untuk model pemasarannya, Nanda mempersilakan pembeli datang ke kebun dan memetik sendiri.

\"Rata-rata masih konsumsi sendiri, banyak juga dari kalangan pelajar dan warga sekitar yang pengin tahu proses budidaya jambu,\" jelasnya.

Nanda sendiri dalam budidaya jambu ini belajar secara outodidak. Menurut dia, budidaya jambu dalam pot relatif mudah.

Perawatan rutin dengan penyiraman, pemupukan,  penyemprotan hama dan jamur. Keterampilan Nanda juga ditularkan ke warga perumahan cara menanam dalam pot.

Sekretaris Wirausaha Pemuda Diana Wanti mengatakan, inovasi di bidang agrowisata Nanda masuk dalam Top 50 Program Wirausaha Pemuda di Kabupaten Tegal.

AYO BACA : Forum Senin Pahingan Soroti Budaya Pinggiran Tegal Masih Terabaikan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar