Dinkes Pastikan Obat Ranitidin Mengandung Zat Kanker di Kota Tegal Tak Beredar

  Kamis, 17 Oktober 2019   Lilisnawati
Kepala Dinkes Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari. (Lilisnawati/ Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Adanya imbauan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait produk ranitidin yang terdeteksi mengandung zat pemicu kanker, Dinas Kesehatan Kota Tegal mengaku telah mengambil langkah cepat.

Kepala Dinkes Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari mengungkapkan telah mengeluarkan surat edaran penarikan obat tersebut kepada seluruh pelayanan kefarmasian dan pelayanan kesehatan di Kota Tegal.

\"Sudah, surat edaran sudah kami kirimkan ke seluruh apotek, klinik, rumah sakit dan lainnya,\" kata Prima saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019).

AYO BACA : Dhimas Riyanto Gelar Audisi Tembang Ngapak

Menurut Prima, ada tujuh produk ranitidin yang diminta untuk ditarik oleh BPOM. Antara lain Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/ ml keluaran PT Phapros Tbk, Zantac cairan injeksi 25 mg/ ml keluaran Glaxo Wellcome Indonesia, Ranitadin Sirup 75 mg/ 5 ml keluaran PT Global Multi Pharmalab.

Selain itu, ada pula Indoran cairan injeksi 25 mg/ ml dan Ranitiden cairan injeksi 25 mg/ ml keluaran Indofarma, Ranitidine HCI teblet salut selaput 150 mg PT Pharos Indonesia dan Conranin tablet salut selaput 150 mg keluaran PT Armoxindo Farma, serta Radin tablet salut selaput 150 mg dan ranitidine HCI Tablet Salut Selaput 150 mg keluaran PT Dexa Medica.

\"Ketujuh produk tersebut ditarik karena terdeteksi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) atau zat yang memicu kanker,\" ungkapnya.

AYO BACA : Jelang Hari Santri, Bupati Idza Resmikan Gedung NU Salem

Bukan hanya itu, dirinya juga mengimbau kepada seluruh layanan kefarmasian dan kesehatan untuk tidak memberikan jenis obat tersebut kepada masyarakat.

\"Ranitidin kan banyak, ini yang terdeteksi mengandung zat pemicu kanker baru tujuh. Tapi kita minta untuk semua tidak diberikan ke masyarakat,\" ujarnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat yang sedang membutuhkan obat tersebut supaya diberikan alternatif yang lain.

Sebab, berdasarkan keterangan dari BPOM, apabila obat tersebut dikonsumsi di atas ambang batas dan terus menerus maka bisa menimbulkan kanker. 

AYO BACA : Seru, 20 Anggota TNI Ikuti Body Contest Brigif-4/Dewa Ratna

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar