Lanang Terbitkan Buku Autobiografi "Haiku Tegalan"

  Sabtu, 09 November 2019   Dwi Ariadi
Lanang Setiawan menunjukkan buku autobiografi karyanya.

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM - Setelah menerbitkan buku kumpulan naskah drama, buku puisi dua bahasa Tegalan - Inggris bertajuk \"Nglalang Jagad, Tegalan Poems Antology\", kini Lanang Setiawan kembali menerbitkan buku haiku.

Buku puisi berjudul \"Haiku Tegalan Autobiografi Lanang Setiawan\" itu diterbitkan oleh Komunitas Sastrawan Tegalan.
\nTermuat 102 karya haiku Tegalan terbagi menjadi 8 bagian. 

Menurut Lanang, masing-masing bagian memuat kisah dari perjalanan hidupnya.

AYO BACA : Satlantas Polres Tegal Latih Safety Riding Disabilitas

Dalam prolog, Lanang berkisah tentang pertemuan kedua orang tuanya hingga masa kelahirannya. Pada bagian \"Nenek Moyang\" ia mengisahkan siapa kakek neneknya dan duka nestapa sebagai anak yatim semasa kematian ayahnya saat ia masih di bangku TK. 

Pada bagian \"Wayah Sekolah\", ia mengisahkan semenjak duduk di bangku sekolah SD telah mengenal lawan jenis hingga duduk di bangku SMEA pun ia jatuh cinta dengan guru bahasanya. 

Sementara pada bagian \"Sastra dan Media\", Lanang mengisahkan tentang kegigihannya terhadap dunia sastra dan pengabdiaannya pada dunia kewartawanannya hingga perjuangannya mendirikan tabloid Tegal.

AYO BACA : Mengenal Sosok KH Muchlas, Perintis Awal Pawai Rolasan Tegal

Pembaca kembali disuguhkan tentang percintaan dirinya secara dewasa. Hal demikian tertuang pada bagian \"Kasmaran\". Sementara itu pada bagian \"Tegal Sumbu Pendek\", bagaimana Lanang menjadi saksi sekaligus pelaku yang melawan  penguasa zalim saat di kotanya di tahun 2015 terjadi aksi demo ASN melawan wali kota.

Sedang pada bagian \"Taman Gentong\", Lanang kembali mengobarkan panji-panji sastra Tegalan ke seluruh lapisan seniman dengan mengadakan event seni serba Tegalan.

Sebagai penutup bukunya, yakni pada bagian \"Pungkasan\", ia berkisah tentang bagaimana dirinya menyuntuki sastra tegalan hingga seperempat abad.

\"Lanang Setiawan bukan hanya seorang pelopor sastra Tegalan, tetapi juga seorang pendobrak sastra Tegalan. Sebuah keberanian artistik yang tak main-main,\" tulis Narudin, seorang penyair, kritikus dan penerjemah dari Subang, lulusan Sastra Inggris, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, dalam kata pengantarnya. 

Sedang Muarif Esage dalam Kata Penutupnya menuturkan, Lanang Setiawan adalah sosok yang secara personal selalu bergerak dalam pencarian kreatif.

\"Perjalanan hidupnya menggambarkan pengalaman manusia akan makna, tujuan, dan moralitas, serta kecintaannya pada bahasa dan sastra Tegalan. Lanang adalah spirit untuk menghidupkan esensi gerakan sastra Tegalan secara terus menerus,\" ujar Muarif yang sehari-harinya sebagai guru SMAN 1 Slawi, Kabupaten Tegal.

AYO BACA : Nobar Film Hanya Manusia, Polresta Tegal Ajak Personel dan Elemen Masyarakat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar