FKDT Brebes Bedah UU Pesantren, Ini yang Perlu Digarisbawahi

  Minggu, 24 November 2019   Dwi Ariadi
Anggota Fraksi PKB DPR RI Nur Nadlifah membedah UU Pesantren di Hotel Anggraeni, Jatibarang, Brebes, Ahad (24/11/2019).

BREBES, AYOTEGAL.COM - Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi Undang-Undang Pesantren. Sosialisasi dikemas dalam bentuk ‘Bedah Buku Undang-Undang Pesantren dengan nara sumber anggota Fraksi PKB DPR RI Nur Nadlifah di Hotel Anggraeni, Jatibarang, Brebes, Ahad (24/11/2019).

Menurut Ketua FKDT Brebes Ahmad Sururi, sosialisasi tersebut bisa menjadi masukan terkait dengan rencana penyusunan dan pengesahan rancangan perda pesantren.

Di setiap pesantren, bahkan di seluruh wilayah pedesaan ada yang namanya diniyah takmiliyah. 

Anggota FKB DPR RI Nur Nadlifah menjelaskan, kelahiran UU Pesantren meneguhkan kalau di dunia pesantren tidak hanya soal pendidikan, tetapi ada aspek budaya hingga ekonomi.

“Yang perlu digarisbawahi, UU Pesantren tidak memposisikan pesantren sebagai lembaga pendidikan saja, akan tetapi juga punya fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat atau ekonomi,” terangnya.

Disampaikan, pesantren bisa lebih maju, dan bergerak lebih dinamis dalam upaya membangun karakter bangsa.
UU Pesantren merupakan penegasan pengakuan serta penjaminan Negara terhadap eksistensi Pesantren sehingga memperkuat relasi Pesantren dengan Negara.

"Di setiap norma dan pasal UU Pesantren mendorong kemandirian dan independensi pesantren," ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, UU Pesantren mampu menghapus diskriminasi terhadap pendidikan pesantren, memberikan afirmasi/dukungan pendanaan bagi Pesantren, sehingga mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul. Juga meneguhkan komitmen Pesantren terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945 serta menguatkan pesantren sebagai kiblat peradaban Islam dunia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar