Mengembalikan Marwah GMNI pada Kongres Ke-21 di Ambon

  Jumat, 29 November 2019   Abdul Arif
M Untung Zaenal Priyadi, Ketua GMNI Tegal. (dok)

AYOTEGAL.COM- GMNI sebagai organisasi yang lahir pada  23 Maret 1954 ber-asas-kan marhenisme telah melewati dinamika organisasi.

Sebagai  organisasi perjuangan, GMNI  tentu  harus mencerminkan dalam program - program kerjanya berpihak terhadap kepentingan kaum marhaen.

DPC GMNI Tegal melihat kepemimpinan DPP GMNI periode 2017 - 2018 belum mencerminkan sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan kaum marhaen. Hal ini terlihat dari nilai program - program DPP yang lebih cenderung  memuluskan program pemerintah.

AYO BACA : Ini Harapan Pemkot dan Pemkab Tegal Soal Kongres Sastra Tegalan

Sosialisme Indonesia kini hanya jadi mitos tak kunjung berwujud karena para penganutnya sibuk melakukan perang posisi satu sama lain dan terjadi disorientasi gerakan.

Tentu hal ini sangat berbahaya karena dapat menghilangkan marwah organisasi, serta pimpinan pusat abstain dalam perjuangan perjuangan rakyat. Oleh karena itu DPC GMNI Tegal memandang bahwa agenda kongres GMNI Ke 21 di Ambon harus membahas hal hal yang bersifat substansial.

Pembahasan program-program yang berkepentingan untuk kaum marhaen serta mengevaluasi kerja-kerja organisasi bukan sekadar transaksi politik dan menjauh dari marwah Marhaenisme. Kongres juga seharusnya menjadi momentum kontemplasi gerakan. 

AYO BACA : Mahasiswa Prodi BK UPS Tegal Gelar Praktikum Fest 2019, Ini Sasarannya

Pasang surutnya gerakan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan nasional bahwa jajaran pemimpin nasional haruslah benar-benar diisi oleh orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Bukan sekadar orang yang dititipkan atau boneka dari elit politik. 

Maka dipandang perlu adanya standarisasi dan keterbukaan dalam proses pemilihan calon ketua dan sekretaris jendral agar pemimpin yang terpilih adalah memang benar benar lahir dari kehendak massa tidak seperti beli kucing dalam karung.

Jangan sampai kesalahan dan kekalahan yang pernah dialami malah dilestarikan, keterbaruan harus terjadi, zaman sudah berubah pola-pola lama tak cocok untuk zaman ini.

Merdeka!
Marhaen menang!

-M Untung Zaenal Priyadi, Ketua GMNI Tegal

AYO BACA : 40 Wirausaha Baru di Tegal Dilatih Jadi Juragan Keripik Standar Ekspor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar