Keren, Greget Pertunjukan Seni 'Ganti Topeng' di Kampus UPS Tegal

  Minggu, 01 Desember 2019   Abdul Arif
Pementasan seni ''Ganti Topeng'' yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Seni dan Budaya (KSB) Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. (dok. Anjas Pangestoe)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM - Di lapangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Seni dan Budaya (KSB) pada  25 November 2019 lalu digelar pementasan seni bertajuk "Ganti Topeng".

Antusias penonton dari mahasiswa dan civitas akademika UPS cukup menyemarakkan kegiatan tersebut.

Setting panggung yang unik memikat perhatian pengunjung.
Atribut  panggung salah satu dekor dikemas sedemikan rupa, dua gitar, dengan tempat berteduh ala petani  dan satu Vespa. 
Dekor kedua seluruhnya tertutup kain hitam besar berukuran puluhan meter.

Di balik kain hitam  terdapat tempat duduk dengan tikar. Dengan panggung yang berisi kursi, meja, mesin jahit, lukisan dinding, yang menggambarkan suasana keadaan di dalam rumah.
Mengawali acara sekitar pukul 18.30, dibuka oleh pembina UKM KSB Yana Mulyana dan Ketua Panitia, Nadia.

“Ini merupakan acara tahunan Kajian Seni dan Budaya (KSB) yang bernama Gantos Topeng, sebagai acara pembuka dari kepengurusan baru,” katanya.

Selanjutnya, acara tarian modern yang dibawakan oleh empat penari dengan sekitar 8 penari yang lain sebagai pendamping.
Pengunjung benar-benar serasa dihibur dengan sahutan suara dan sorakan.

Sementara diruangan teater yang ditutup kain hitam. Seluruh pengunjung berbaris di depan pintu masuk. Untuk dapat memasuki ruangan tersebut dikenai biaya Rp 10 ribu untuk regular dan Rp 15 ribu untuk golden tiket .

Satu per-satu masuk dan mengisi tempat duduk yang beralas banner dan tikar.Selang 15 menit dari awal pergeseran lokasi, dari sudut kanan panggung terdengar music jawa dilantunkan. 

Acara ditutup dengan pementasan teater yang diambil dari naskah atau karya Usmar Ismail yang berjudul ''Ayahku Pulang''yang disutradarai oleh Uceng.Selama pementasan teater, emosi ketegangan, air mata, muncul, hingga ditutup tepuk tangan yang meriah.

Salah seorang pengunjung, Wildan Akbar  dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) cukup mengapresiasi pertunjukan yang disajikan tersebut.

“Secara kesenianok, tapi semangat seni bukan estetika semata. Tetapi sebagai medium yang lebih luas untuk mengabdi kepada rakyat. Tapi over all ok,” ujar Wildhan.

--Anjas Pangestoe, Mahasiswa Universitas Pancasakti UPS  (Tegal)/aktif di Pers Kampus Media UPS

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar