Wali Kota Tegal Sebut E-Monitoring Mampu Tingkatkan Pendapatan Pajak Daerah

  Selasa, 03 Desember 2019   Lilisnawati
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat memberikan sambutan pada sosialisasi e-monitoring, Selasa (3/12/2019). (Humas Pemkot Tegal)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM -- Pemerintah Kota Tegal saat ini tengah melakukan monitoring pajak dengan E-monitoring.

Melalui sosialisasi E-monitoring Pajak Daerah, di Hotel Primier, Selasa (3/12/2019), wajib pajak dibekali pengetahuan E-monitoring.

E-monitoring yang dilengkapi tapping box dinilai akan semakin memperkuat akuntabilitas sistem penerimaan pajak daerah Kota Tegal.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono meyakini akuntabilitas akan semakin kuat dengan E-monitoring. Sebab, monitoring pajak dilakukan dengan memasang alat perekam transaksi pada sebagian wajib pajak berupa tapping box (bagi wajib pajak yang menggunakan komputer), ocr, m-pos (bagi wajib pajak yang tidak menggunakan komputer).

"Dengan perangkat elektronik ini akuntabilitas semakin terjamin," katanya.

Menurutnya, setiap lini usaha yang merupakan wajib pajak, dapat terdeteksi. Bukan hanya itu, dengan alat itu, data omzet pengusaha akan saling terhubung dengan pihak terkait dan dijadikan sebagai basis penghitungan pajak berbasis online.

Kelebihan lainnya, dengan alat perekam transaksi yang terhubung dengan dasboard di bagian keuangan daerah Kota Tegal sehingga transaksi bisa dipantau secara realtime.

Dedy Yon menjelaskan, tahun 2017 jumlah alat terpasang adalah sejumlah 20 unit, Bank Jateng memberikan bantuan lima unit plus dashboard sistem. Sedangkan di tahun 2018 penambahan alat perekam sebanyak 30 unit dan di tahun 2019 pengadaan m-pos sebanyak 15 unit.

Dengan adanya pemasangan alat perekam transaksi ini, dirinya berharap mampu memberikan dampak positif peningktan pendapatan pajak daerah yang cukup signifikan.

Dirinya merinci, realisasi pajak restoran sebelum di pasang tapping pada tahun 2016 sebesar Rp 6,1 miliar, naik menjadi Rp 9,68 miliar di tahun 2017 dan Rp 15,32 miliar tahun 2018.

Sementara pajak hiburan naik dari Rp 1,1 milyar di tahun 2016 menjadi Rp 3,5 milyar di tahun 2017 dan Rp 6,65 milyar di tahun 2018.

Ada pula pajak parkir naik dari Rp 466 juta menjadi Rp 1,26 milyar pada tahun 2017 dan Rp 1,65 milyar di tahun 2018.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar