Warga Tegal Dibekali Keterampilan Kerajinan dari Kulit Ikan Pari

  Selasa, 03 Desember 2019   Lilisnawati
Sejumlah warga tengah praktik membuat kerajinan berupa sabuk jam dari kulit ikan pari, Selasa (3/12/2019). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal menggelar pelatihan kerajinan dari kulit ikan pari, di gedung MUI Kota Tegal, Selasa (3/12/2019).

Sedikitnya 25 warga Kota Tegal dibekali keterampilan bernilai rupiah dari limbah kulit ikan pari.

Kasi Pengembangan SDM Kreativitas dan Inovasi, Industri Non Agro Disperindag Jawa Tengah Sri Purwanti mengatakan, kulit ikan pari sengaja dipilih atas dasar rekomendasi dari dinas terkait.

"Jadi Kota Tegal sebagai kota pesisir memiliki potensi di sektor perikanan. Banyak potensi lokal seperti pemanfaatan kulit ikan pari yang belum diketahui," katanya.

Menurutnya, ikan pari yang semula hanya untuk konsusmsi, kulitnya bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang bernilai rupiah dan mengandung seni tinggi.

"Keunggulan kulit pari sendiri dinilai dari ektetikanya dan seratnya tiga kali lebih kuat dari kulit sapi," ucapnya.

Untuk harga, tali jam dari kulit ikan pari berkisar Rp 250.000, tas Rp 1 juta, sepatu Rp 1 juta, dompet Rp 200.000 sampai Rp 500.000.

Selain praktik, di hari ke empat pelatihan, para peserta akan melakukan studi banding ke PT Swara Mandalawangi di Jogja yakni salah satu perusahaan yang memproduksi aneka kerajinan dari limbah kulit ikan pari.

"Mereka akan kita tunjukan produksikerajinan dari kulit ikan pari yang sudah menembus pasar ekspor dan disukai oleh masyarakat menengah ke atas dan para turis," ujarnya.

Hal itu juga untuk menggugah semangat para peserta agar menekuni pelatihan yang telah diberikan.

Pelatihan juga dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah Jawa Tengah.

Diharapkan, melalui pelatihan mereka akan menjadi wirausaha baru yang kreatif sehingga tercipta lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kota Tegal Heru Setyawan mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada peserta pelatihan.

"Hal itu untuk memastikan, bahwa setelah pelatihan ada action nyata dari peserta. Tidak berhenti begitu saja," ujarnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar