Alokasi Dana Desa Bertambah Jadi Rp495 M, Bupati Idza Ingatkan Hati-hati

  Jumat, 06 Desember 2019   Dwi Ariadi
Bupati Brebes Idza Priyanti hadir pada Sosialisasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Dana Desa 2020, bertempat di Aula Kecamatan Salem, Kamis (5/11/2019).

BREBES, AYOTEGAL.COM-Kabupaten Brebes mendapat gelontoran dana desa (DD) senilai Rp495 miliar untuk 292 desa pada tahun 2020 mendatang.

Dana tersebut lebih besar Rp 54miliar bila dibandingkan dengan tahun 2019 senilai Rp441 juta.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, penambahan dana tersebut patut disyukuri, tetapi harus disikapi kehati-hatian dan penggunaan yang bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Bupati Idza pada Sosialisasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Dana Desa 2020, bertempat di Aula Kecamatan Salem, Kamis (5/11/2019).
\nIdza menekankan, di dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020.

AYO BACA : Taj Yasin Bagikan Tips Keroyokan Atasi Kemiskinan di Brebes

Prioritas tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut. Pertama, kebutuhan prioritas; kedua keadilan; ketiga kewenangan desa; keempat fokus; kelima partisipatif; dan keenam swakelola; serta yang terakhir berbasis sumberdaya desa.

\"Tujuannya, untuk memberikan acuan bagi pemerintah pusat dalam pemantauan dan evaluasi penggunaan dana desa,\" terang Idza.

Di Kecamatan Salem, Idza memuji kreativitas para kepala desa dan perangkatnya yang mengelola dana dengan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Meski Kepala Desa serta warganya sudah kompak dan luar biasa dalam melaksanakan pemerintahan, namun harus lebih ditingkatkan agar lebih baik dan meningkat lagi.

AYO BACA : Brebes Targetkan 2020 Capai ODF

Di tahun 2020 nanti, Idza berjanji akan  memberikan reward bagi desa dengan kinerja baik, yakni penyaluran dana desa ke rekening kas umum daerah (RKUD) tahap satu dan dua akan dilakukan sekaligus, apabila desa dapat memenuhi kewajiban penyaluran dana desa dari rekening kas umum daerah (RKUD) ke rekening kas desa (RKD) dalam kurun waktu tujuh hari kerja setelah dana desa diterima dari RKUD. Dan penyaluran dana desa tahap tiga paling lambat di bulan November.

Kemudian, penyaluran dana desa ke RKDes tahap III dapat dilakukan dalam 2 kali penyaluran, dengan terlebih dahulu diprioritaskan desa-desa yang telah memenuhi penyerapan 75 persen dan capaian output 50 persen.

Selanjutnya, tata kelola keuangan desa untuk tahun 2020, pelaksanaan keuangan desa baik untuk penggunaan dana desa ataupun alokasi anggaran desa, serta bantuan keuangan dari provinsi untuk pencairan anggaran tidak menggunakan rekomendasi/surat pengantar dari camat.
\n\"Sekali lagi saya bangga dan takjub atas capaian 2019 yang telah diraih desa desa di Kecamatan Salem,\" puji Idza.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rofiq Qoidul Adzam SH juga menyampaikan,  Kecamatan Salem sudah menjadi juara satu dalam lomba evaluasi kinerja. Dari desa sampai kecamatan luar biasa, sangat kompak dan hebat sekali, untuk koordinasinya dan tingkat kinerjanya.

Rofiq menilai, karena DD di Salem sudah sangat bagus, maka perlu ditingkatkan inovasinya.

\"Bumdes sudah dikelola oleh warga mayarakatnya sendiri, sebagai contoh Bumdes Desa Capar yang mengelola kopi Capar.

AYO BACA : Keluhan Jalan Terbanyak Aduan di Kanal Sambat Maring Bupati

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar