18 Investor Masuk Tegal, Bupati Siapkan Pelayanan Terpadu

  Selasa, 10 Desember 2019   Dwi Ariadi
Bupati Umi Azizah menandatangani kesepakatan dengan calon investor dalam acara Slawi Investment Business Forum 2019 di Aula Hotel Grand Dian Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Senin (9/12/2019).

BUMIJAWA, AYOTEGAL.COM- Sebanyak 18 investor lokal maupun asing dipastikan masuk ke Kabupaten Tegal pada 2020 dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun. Karena itu, Pemkab Tegal kini sedang merancang pelayanan perizinan yang efektif dan memberikan kemudahan.

"Ada sekitar 14 bentuk perizinan yang akan dijadikan satu atap. Intinya ketentuan yang kontraproduktif akan disederhanakan," kata Bupati Umi Azizah saat ditemui usai acara Slawi Investment Business Forum 2019 di Aula Hotel Grand Dian Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Senin (9/12/2019).

AYO BACA : 40 Wirausaha Baru di Tegal Dilatih Jadi Juragan Keripik Standar Ekspor

Dalam kegiatan yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) itu turut hadir dari berbagai lintas sektoral beserta sejumlah investor yang akan menanamkan modalnya di Kabupaten Tegal.

"Sesuai arahan dari Presiden RI, target pertumbuhan ekonomi makro di Jawa Tengah (Jateng) sebesar 7 persen. Maka dari itu, kami dari Kabupaten Tegal harus berlomba memikat investor guna menanamkan bisnisnya di sini. Manfaatnya tentu bagi kita semua," katanya.

AYO BACA : Komunitas Sastrawan Tegal Gelar Kongres Sastra Tegalan, Ini Maksudnya

Dari sejumlah investor itu, lanjut Umi, akan hadir perusahaan gula, onderdil, tekstil, properti, hingga instalasi pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB).

Menurut Bupati Umi, kehadiran investor akan menyerap tenaga kerja belasan ribu warga Kabupaten Tegal yang menganggur.

Dikatakan, untuk pabrik gula menyerap tenaga kerja 300 sampai 400 orang, tekstilĀ  11 ribu orangĀ  perusahaan onderdil menyerap sekitar 300 pekerja.

Adapun Kepala DPMPTSP Kabupaten Tegal, Fakikhurrohim menjelaskan, para nvestor itu sedang memproses izin.

Terkait dengan kemudahan perizinan, kata Fakih, sedang merancang dan membangun gedung pelayanan izin terpadu satu pintu atau mal pelayanan publik.

AYO BACA : Ingat! Mulai 1 Desember Dishub Berlakukan One Way di Simpang Jakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar