Pabrik Alat Kesehatan Didirikan di Kawasan Industri Brebes

  Jumat, 13 Desember 2019   Dwi Ariadi
Bupati Brebes Idza Priyanti bersama PT RNI, Kamis (12/12/2019) menggelar Initial Ceremony Pembangunan Pabrik Alat Kesehatan.

BREBES, AYOTEGAl.COM - Upaya Pemkab Brebes mewujudkan Brebes sebagai Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) kini mulai menuai hasil.

Ini dibuktikan dengan pembangunan pabrik perdana di penghujung tahun 2019, yaitu sebuah pabrik alat kesehatan (Alkes) oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di eks Pabrik Gula Kersana, Brebes.
\nBupati Brebes Idza Priyanti bersama PT RNI, Kamis (12/12/2019) menggelar Initial Ceremony Pembangunan Pabrik Alat Kesehatan, yang ditandai dengan peletakan batu pertama bupati, beserta jajaran RNI Group.

\"Tentunya, dengan dibangunnya industri alat kesehatan ini merupakan bagian dari satu ikhtiar besar kita bersama untuk ikut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, peningkatan pertumbuhan ekonomi Brebes,\" kata Idza.

Dikatakan oleh Idza, pihak Pemkab telah menyiapkan daerah untuk KI seluas 3.976 hektare dan daerah KPI seluas 5.070 hektare. Pembangunan kawasan industri mengaplikasikan konsep Eco-Industrial Park (EIP).

\"Sedangkan pendekatan yang dilakukan akan diarahkan pada green design infrastruktur, perencanaan, dan penerapan konsep produk bersih, pencegahan pencemaran, efisiensi energi dan hubungan antar perusahaan-perusahan. Meliputi manajemen pengelolaan limbah terpadu, green design dan pengelolaan sampah domestik,\" jelasnya.

AYO BACA : Komunitas Sastrawan Tegal Gelar Kongres Sastra Tegalan, Ini Maksudnya

Idza mengaku, telah melakukan studi banding bersama OPD terkait ke salah satu pabrik milik RNI di Bandung, untuk memastikan konsep pengelolaan pabrik tersebut benar-benar ramah lingkungan.

\"Semoga pihak perusahaan dapat menjalin kerja sama dengan kelompok masyarakat sekitar, sehingga antara masyarakat dan perusahaan terjalin hubungan yang saling menguntungkan,\" harap Idza.

Direktur utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Didik Prasetyo, mengatakan pembangunan pabrik Alkes tersebut merupakan hasil dari kerja sama antara anak perusahaan RNI Group, yaitu PT Mitra Rajawali Banjaran yang bergerak dalam bidang Alkes dengan PT PG Rajawali II sebagai pemilik aset lahan eks Pabrik Gula Kersana seluas 25 hektare.

Dalam proyek ini, PT Mitra Rajawali Banjaran Bertindak sebagai leader.

\"Pembangunan pabrik juga akan menggunakan skema kerja sama dengan investor asing. Dengan masuknya investasi dari luar maka akan membuka peluang ekspor produk Alkes RNI ke beberapa negara,\" ujarnya.

AYO BACA : 40 Wirausaha Baru di Tegal Dilatih Jadi Juragan Keripik Standar Ekspor

Didik berharap, masuknya investasi tersebut dapat berkontribusi meningkatkan pendapatan daerah serta membuka lapangan kerja baru, sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khusunya di Kabupaten Brebes,\" kata Didik.

\"Pabrik tersebut akan dipersiapkan untuk memproduksi kebutuhan Alkes khusunya jenis Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), sebagai produk yang paling banyak digunakan untuk keperluan pengobatan pasien di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,\" jelasnya.

Didik menambahkan, produk BMHP yang akan diproduksi diantaranya sejenis catheter, tube dan kantung darah mengingat produk tersebut banyak dibutuhkan di unit pelayanan gawat darurat (UGD), ruang operasi, ICCU, ruang perawatan dan Puskesmas yang memiliki ruang perawatan.

\"Produk sejenis catheter, tube dan kantung darah termasuk kebutuhan rutin, sehingga persediaan produknya harus dalam posisi ready stock untuk sewaktu-waktu digunakan,\" ungkapnya.

Didik menegaskan, hampir 92 persen yang ada di pasar dalam negeri merupakan produk import yang mencakup produk teknologi tinggi seperti MRI, CT scan dan produk patient aid lainnya, selebihnya sebanyak 8 persen merupakan produk dalam negeri terutama kelompok hospital furniture.

\"Produk Alkes BMHP juga masih didominasi oleh produk import, sedangkan yang sudah diproduksi dalam negeri umumnya produk-produk sejenis plester dan kasa,\" tandasnya.

Rencananya pembangunan pabrik tersebut akan tetap mempertahankan heritage, karena eks Pabrik Gula merupakan warisan yang mengandung nilai budaya. Demikian sesuai kesepakatan kedua pihak.

AYO BACA : Pemkot Tegal Terima DIPA Rp 695,71 M, Ini Peruntukannya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar