Perempuan Penghafal Al Quran di Brebes Deklarasikan JMQH

  Senin, 06 Januari 2020   Dwi Ariadi
Deklarasikan Jamiyah Mudarasatul Quran Al Hafidzah (JMQH) tingkat Kabupaten Brebes di Ponpes Alfalah Salafy Jatirokeh, Songgom, Brebes, Minggu (5/1/2020)

BREBES, AYOTEGAL.COM -- Sebanyak 360 hafidzah atau perempuan penghafal Alquran mendeklarasikan Jamiyah Mudarasatul Quran Al Hafidzah (JMQH) tingkat Kabupaten Brebes.

Mereka sepakat mendirikan perkumpulan JMQH di Ponpes Alfalah Salafy Jatirokeh, Songgom, Brebes, Ahad (5/1/2020). Dengan harapan, para hafidzah bisa terjaga hafalannya sepanjang masa dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga, para perempuan penghafal Alquran akan bertambah wawasan, pengalaman, dan ilmu yang bermanfaat, serta semakin semangat membaca Alquran. Kalau mereka membaca sendirian biasanya malas, sehingga dengan berkumpul seperti ini akan bersemangat,” kata Ketua JMQH Kabupaten Brebes Rohmatin Alawiyah.

Sebelum deklarasi, mereka melantunkan ayat-ayat Alquran sejak pukul 08.00 hingga 12.00 di Aulau pondok Al Falah Salafy. Mereka yang berasal dari 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes sengaja datang ke Ponpes asuhan KH Mas Mansyur Tarsudi untuk bersama-sama membaca Alquran hingga tuntas 30 juz.

Ketua Pusat JMQH, Maftuhah Mainan Abdillah menceritakan, JMQH berdiri 6shofar 1395H / 7 Februari 1975 di Dusun Kajen Margoyoso Pati. Namun, anggotanya kurang semangat, kurang bergairah, kurang disiplin, kurang ada perhatian. Satu kabupaten biasanya yang hadir juga cuma 12 orang atau maksimal 25 orang.

Dikatakan, JMQH bangkit dan kembali deklarasi pada 15 Rajab 1432H atau 17 Juni 2011 karena dorongan  pertama, banyak hafidzah telantar karena kesibukan rumah tangga dan urusan duniawi sehingga tidak sempat bertadarrus kurang merawat hafalannya sampai ada yang hilang lupa Alquran.

Kedua, banyak hafidzah kurang berkiprah bahkan hanya sebagai obyek bila dibutuhkan bukan pelaku yang seharusnya sebagai penggerak syiar alquran. Ketiga, hafidzah terkesan kolot, kuno, kuper kurang perhatian, kurang pengalaman, cuma duduk sila  kurang mendapat simpati masyarakat, kurang dihargai keberadaannya.

Maftuhah menegaskan, setidaknya ada 4 tujuan JMQH yakni menyatukan  dan mempererat ukhuwah antar sesama hafidzah, istiqomah bertadarrus memelihara merawat hafalan Alqur'an dengan harapan menjadi hamalatal qur'an ila akhir hayat, para hafidzah bisa berkiprah di kancah masyarakat, bergaung membawa syiar Alquran agar semarak Alquran berkibar, bersinar di persada bumi nusantara dan nerbagi pengalaman membuka pikiran dan memperluas wawasan agar keberadaan  hafidzah bisa hidup dan memposisikan diri sebagai penggerak panji-paji Alquran, setidaknya untuk keluarga dan kerabat terdekat.

“Makanya kita harus bangga jadi hafidzah, dan hujan besar yang mengiringi deklarasi mudah-mudahan menjadi pertanda hafidzah Brebes makin berkembang dan maju,” pungkas Maftuhah.

Tampak hadir dalam silaturahmi dan deklarasi JMQH Kab Brebes Pengasuh Ponpes Al Falah Salafy KH Mas Sayur Tarsyudi, Rais Suriyah PC NU Brebes Dr KH Husnan Zain MA, Anggota DPRD Brebes H Zubad Fahillatah, Camat Songgom Muhamad Sodik SIp Mhi, Kapolsek Songgom, Ketua JP3M Brebes Hj Aqilatul Munawaroh dan jajaran Pengurus NU Songgom. (Dwi Ariadi)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar