Kue Keranjang, Pererat Silaturahmi Saat Imlek

  Senin, 13 Januari 2020   Lilisnawati
Mindayani bersama karyawannya tengah sibuk mengepak adonan kue keranjang, Jumat (10/1/2020). (Ayotegal.com/Lilisnawati)Mindayani bersama karyawannya tengah sibuk mengepak adonan kue keranjang, Jumat (10/1/2020). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Perayaan Imlek 2020 tak bisa lepas dari kue atau dodol keranjang. Jajanan legit tersebut memang sudah melegenda.

Rumah produksi kue keranjang bahkan selalu ramai pesanan ketika perayaan Imlek datang. Satu di antaranya rumah produksi kue keranjang di Kota Tegal milik Mindayani Wirjono (79). Dengan dibantu puluhan karyawannya, ia mulai sibuk memproduksi kue keranjang.

Usaha rumahan yang sudah dirintasnya sejak 40 tahun silam itu, mulai mendapat pesanan dari luar Kota Tegal, seperti Solo, Pekalongan, Bandung dan lainnya.

AYO BACA : Jembatan Selesai Dibangun, Warga Brebes Nanggap Wayang dan Musik Dangdut

Bagi masyarakat Tionghoa, kue keranjang merupakan jajanan wajib saat Imlek. Utamanya, pada saat prosesi sembahyang.

Menurut Mindayani, kue keranjang memiliki makna mempererat tali silaturahmi. Baik kepada saudara maupun tetangga.

\"Kue keranjang kan dibuat dari ketan dan gula. Ketan sifatnya lengket dan gula sifatnya manis. Saat kita bagikan kepada mereka, hubungan kita semakin lengket dan manis,\" jelasnya saat ditemui di rumah produksinya di Jalan Belimbing, Kota Tegal, belum lama ini.

AYO BACA : Malam Tahun Baru, Umi Azizah Ajak Warga Jaga Lingkungan

Kue keranjang akan dibagikan kepada saudara dan tetangga sebelum malam tahun baru.

\"Kalau istilah orang Jawa ada unggah-unggahan dan udun-udunan. Tujuanya untuk mempererat hubungan sesama manusia,\" terangnya.

Selain itu, kue keranjang juga wajib disajikan saat sembahyang kepada Tuhan.

\"Itu wajib kita sajikan, karena sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan,\" katanya. 

AYO BACA : Hujan Temani Libur Tahun Baru di Kota Tegal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar