Penimbun Masker dan Cairan Antiseptik Jual Barangnya Secara Online

  Rabu, 04 Maret 2020   Abdul Arif
Polda Jateng mengamankan barang bukti berupa cairan antiseptik dan masker, Rabu (4/3/2020). (Ayosemarang.com/Vedyana Ardyansah)

SEMARANG SELATAN, AYOTEGAL.COM -- Jajaran Polda Jawa Tengah menangkap sejumlah pelaku yang melakukan penimbunan masker dan cairan antiseptik yang saat ini menjadi barang langka di pasaran.

Dari penangkapan tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa masker sejumlah kurang lebih 4.000, dan 208 botol cairan antiseptik.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengatakan, 3 pelaku A (45), M (24), dan AU (45) tersebut menjual barang-barang tersebut dengan cara online.

AYO BACA : Persekat Pesta Gol di Stadion Trisanja, Tekuk Afrika Selection 8-1

\"Dari keterangan pelaku mereka membeli dari temannya dan memperdagangkan lewat online. Dan harga yang dijualbelikan berkisar Rp270 ribu sampai Rp275 ribu perkotaknya. Di mana harga pasaran hanya Rp30-40 ribu,\" katanya saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Kamis (4/3/20202).

Iskandar menambahkan, dari keterangan yang didapatnya, pelaku sudah menjual masker sebanyak 30 kardus besar. Di mana 1 kardus besar berisi 40 pack kotak kecil masker.

\"Mereka sudah melakukan perdagangan sejak Februari 2020 lalu. Untuk penjualannya belum sampai ke luar negeri, tapi luar daerah sudah,\" imbuhnya.

AYO BACA : Atlet Pencak Silat Pagar Nusa Asal Brebes Borong Medali di Kejurnas Antar-Pelajar

Sementara itu, Direskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Budi Haryanto menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada para pelaku penimbun cairan antiseptik dan masker tersebut.

\"Di Jateng ini ada beberapa daerah yang mengalami kelangkaan barang-barang ini. Di pantura seperti Bebes sampai Kendal hampir nggak ada barang-barang ini. Karena diduga ada yang disimpan oleh oknum,\" ungkapnya.

\"Kami mengimbau agar penimbunan tidak dilakukan. Kasihan masyarakat. Telah membuat barang yang dibutuhkan menjadi langka,\" katanya.

Adapun para pelaku diancam dengan UU Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara.

AYO BACA : Pegawai Pelayanan di Kota Tegal Dituntut Ramah dan tanggap

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar