Pemkab Tegal Berlakukan ASN Bekerja dari Rumah

  Kamis, 19 Maret 2020   Dwi Ariadi
Kepala BKD Pemkab Tegal Retno Suprobowati. (dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Dalam upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19), Pemkab Tegal memberlakukan ASN bekerja dari rumah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD), Retno Suprobowati, Kamis (19/3/2020) mengatakan, pemberlakuan sistem kerja tersebut mengacu pada surat edaran Sekda,  namun bukan berarti ASN di Kabupaten Tegal libur atau tidak bekerja.

Dalam surat edarannya, Sekda Widodo Joko Mulyono, MKes MM atas nama Bupati Tegal Rabu 18 Maret 2020 mengirim surat edaran Nomor: 800/1455/2020 tentang Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebarluasan corona virus  disease (COVID-19) di wilayah Kabupaten Tegal.

Surat edaran tersebut dimaksudkan sebagai pedoman para ASN melaksanakan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah/ tempat tinggalnya (work from home) dalam upaya pencegahan dan meminimalisir penyebarluasan COVID-19.

AYO BACA : Wali Kota Tegal Apresiasi QRIS, Permudah Masyarakat Bertansaksi

Meskipun sebagian bekerja dari rumah, diharapkan pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tegal tetap dapat berjalan efektif, sehingga kinerja pemerintah daerah tetap tercapai . Di samping itu pelayanan publik tetap harus  dapat berjalan efektif.  

“Aturan ini bukan meliburkan atau tidak bekerja, tetapi para ASN di Kabupaten Tegal tetap bekerja dari rumah/ tempat tinggalnya ” tegas Retno.

Menurut Retno, para pimpinan atau Kepala Perangkat Daerah ditugaskan untuk  mengatur, mengawasi serta bertanggung-jawab atas pelaksanaan sistem kerja di rumah para ASN stafnya masing-masing. 

Tujuan utama dari pengatuan sistem kerja ini adalah untuk mengurangi kontak langsung antar individu sehingga dapat mencegah atau meminimalir penyebarluasan virus COVID-19.

AYO BACA : Titihkan Air Mata, Dedy Yon Ajak Masyarakat Berdoa Agar Selamat dari Covid-19

Ditegaskan oleh Retno Suprobowati, guna menjaga optimalisasi kinerja pegawai, maka sekurang-kurangnya dalam setiap organisasi perangkat daerah harus hadir 30% dari jumlah keseluruhan pegawai.

\"Para pegawai yang bekerja di rumah/ tempat tinggalnya wajib melaporkan aktivitas kinerjanya kepada atasan langsung. Laporan  dapat melalui dua cara yaitu menggunakan aplikasi e-kinerja atau secara manual  dengan mengisi aktivitas pekerjaan yang dilakukannya pada jam-jam kerja,\" katanya.

Pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/ tempat tinggal berlaku mulai  19-31 Maret 2020.  

\"Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan sistem shift, maka pembagian tugas secara shift diatur oleh Kepala OPD masing masing. Khusus Dinas Kesehatan, RSUD dr Soeselo, RSUD Suradadi dan Puskesmas tetap melaksanakan tugas  dalam kondisi siaga  dalam melakukan pelayanan kesehatan,\" katanya.

Ditambahkan, selama pelaksanaan sistem kerja ini para ASN diharuskan bijak dalam menggunakan medsos, menjaga integritas dan martabat ASN dengan tetap tinggal/ domisili masing –masing kecuali dalam keadaan mendesak seperti misalnya untuk memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan ataupun keselamatan dan harus melapor kepada atasan langsung.

AYO BACA : Tinjau Rusun Tegalsari, Dirjen Perumahan PUPR Dorong Kota Tegal Selesaikan RTLH

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar