Polres Tegal Tangkap Komplotan Pengganjal ATM, Modus Pakai Tusuk Gigi

  Senin, 23 Maret 2020   Dwi Ariadi
Komplotan tersangka pengganjal ATM yang ditangkap Satreskrim Polres Tegal. (Ayotegal.com/Dwi Ariadi)

SLAWI, AYOTEGAL.COM -- Polres Tegal menangkap komplotan pengganjal ATM yang acap kali beroperasi di lintas provinsi.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini menggunakan modus ganjal ATM pakai tusuk gigi dan berpura-pura menolong korban.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono saat menggelar konferensi pers, Senin (23/3/2020) mengatakan, keempat  anggota komplotan tersebut, Humaidi Afrainsyah (33), warga Nibung, Sumatera Selatan, Iwan Darman (32) warga Jambi, Eman Sahlan (28) warga Bekasi, dan Topan Kurniawan (25) warga Jambi.

''Sebenaranya ada lima yang kami tangkap, namun satu terkena kasus yang kini sedang diproses di Polda,'kata Kasatreskrim.

Dikatakan, komplotan ini ditangkap di tempat hiburan malam di Jogja. Pihaknya terpaksa melepaskan timah panas karena saat ditangkap berusaha melawan.

Didampingi Kasubbag Humas AKP Supratman, Kasatreskrim menerangkan bahwa aksi para pelaku yakni dengan modus pura-pura ingin menolong korban kemudian menukar kartu ATM dan menguras semua isi tabungan milik korban.

Hal ini bermula pada tanggal 26 Januari 2020 sekira pukul 13.30 WIB, pada saat korban akan menggunakan mesin ATM, namun lantaran mesin ATM telah diganjal tusuk gigi oleh pelaku, ATM milik korban tersangkut di mesin ATM. Selanjutnya para pelaku berpura-pura menolong korban dan meminta memasukan PIN.

Tanpa disadari pelaku telah menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM pelaku yang sudah di siapkan, setelah itu pelaku meminta korban untuk melaporkan ke Bank. Selanjutnya setelah korban meninggalkan ATM, para pelaku menguras seluruh isi kartu ATM hingga mencapai Rp110 juta.

Dari tangan keempat tersangka Polres Tegal berhasil mengamankan barang bukti puluhan  kartu ATM berbagai jenis bank, dua gergaji besi, satu pak tusuk gigi,  satu spidol warna hitam, satu Hp, saty unit mobil toyota Avanza   dengan Nomor Polisi H 9387 KD yang merupakan sarana para pelaku.

Sementara itu, salah satu tersangka yang diketahui pimpinan komplotan tersebut mengakui perbuatannya. Uang hasil kejahatannya digunakan untuk bersenang-senang. Sasaran korban tidak hanya di wilayah Tegal saja, namun di beberapa kota.(Dwi Ariadi)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar