Satgas Cegah Covid-19 Sampaikan Sebaran Wilayah PDP, Umi Azizah: Karantina Diri Pilihan Tepat

  Jumat, 27 Maret 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah bersama juru bicara Satgas Covid-19 Joko Wantoro menggelar konferensi pers di Media Center Pemkab Tegal. (dok)

SLAWI, AYOTEGAL.COM- Satgas Cegah Covid-19 Kabupaten Tegal melaporkan perkembangan terkini penanganan cegah virus korona (Covid-19), Jumat (27/3/2020).
\nJuru bicara Satgas Covid-19, Joko Wantoro bersama Bupati Tegal Umi Azizah dalam konferensi pers di Media Center menyebutkan, jumlah pasien dalam pengawasan bertambah lima orang. 

Secara kumulatif terdapat 34 orang dan yang sudah pulang 11 orang. Adapun pasien yang dirawat total 22 orang, selanjutnya Orang Dalam Pengawasan bertambah 45 dari jumlah kumulatif sejak tanggal 16-27 Maret 2020 terdapat 250 kasus.

\"Adapun data dari orang yang baru pulang dari luar daerah dan negara terjangkit sebanyak 2.258 orang,\" jelasnya.

Adapun 22 pasien yang dirawat tersebut,  6 di RSUD Dr Soeselo Slawi,  3 RSUD Kardinah Kota Tegal,  6 RSUI Harapan Anda, 4 RSUD Suradadi, dan 4 RS Mitra Siaga.

Dalam kesempatan itu, Joko juga menyampaikan sebaran wilayah PDP untuk Kecamatan Kramat 6 Suradadi 5 Warureja 2 Adiwerna 2 Dukuhturi 4, Talang 1, Tarub 2, Slawi 2, Dukuhwaru 2, Lebaksiu 0, Pangkah 1, Kedungbanteng 1, Jatinegara 0, Balapulang 1, Margasari 1, Pagerbarang 0, Bumijawa 2, Bojong 0.

AYO BACA : Wali Kota Tegal Apresiasi QRIS, Permudah Masyarakat Bertansaksi

Sementara itu, Bupati Umi Azizah menegaskan, di Kabupaten Tegal  kasus terkonfirmasi positif untuk warga Kabupaten Tegal tidak ditemukan dan jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP yang sembuh terus bertambah.

\"Hal ini tentunya patut kita syukuri, kita dukung agar potensi penularan virus antarmanusia ini bisa kita tekan, kita potong mata rantai penyebarannya dengan secara ikhlas dan sukarela mengkarantina diri bersama anggota keluarganya di rumah, tidak bepergian ke luar rumah jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak,\" katanya.

Menurut Umi, pendekatan karantina diri ini menjadi pilihan sulit yang paling rasional, meskipun ini juga tidak mudah. 

\"Maju kena, mundur kena. Tapi ini adalah pilihan yang harus kita ambil agar penyebaran virus Korona bisa cepat kita lokalisir, kita tanggulangi dan tidak berkembang menjadi pandemik yang tentunya ini sangat-sangat tidak kita harapkan, naudzubillah min dzalik,\" tandasnya.

Sejalan dengan itu, lanjut Umi, maka guna mendukung program percepatan penanganan penularan virus Korona yang terintegrasi mulai dari pusat, provinsi hingga daerah,menyampaikan beberapa hal, yaitu:

AYO BACA : Titihkan Air Mata, Dedy Yon Ajak Masyarakat Berdoa Agar Selamat dari Covid-19

Memperpanjang masa belajar mandiri di rumah untuk seluruh pelajar, siswa-siswi di semua jenjang pendidikan yang sedianya masuk kembali 1 April 2020, diperpanjang sampai dengan tanggal 13 April 2020 dan masuk kembali pada tanggal 14 April 2020.

Selama masa belajar mandiri di rumah tersebut, seluruh komunikasi dan distribusi tugas kepada peserta didik dilakukan daring atau online, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan sekolah.

\"Mengimbau seluruh warga masyarakat Kabupaten Tegal yang saat ini ada di perantauan agar tidak mudik atau menunda kepulangannya ke kampung halaman sampai dengan kondisinya aman dan terkendali,\" kata Umi.

Kementerian Sosial melalui Pemerintah Kabupaten Tegal akan memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal akibat infeksi Covid-19 senilai Rp15 juta, dan memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga PDP.

\"Untuk ini saya minta ketua RT, ketua RW, kepala desa, dan lurah serta seluruh komponen sosial di dalamnya membantu mereka dan tidak mengucilkan mereka. Silahkan, bagi keluarga atau anggota keluarga yang sedang menjalani masa karantina atau isolasi mandiri di rumah sebagai Orang Dalam Pemantauan atau ODP mengajukan bantuan ke Pemerintah Kabupaten Tegal untuk menerima beras cadangan pemerintah,\" katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang mengartikulasikan sejumlah kebijakan Pemerintah baik itu dalam konteks membangun ketahanan pangan, membangun jaring pengaman sosial maupun relaksasi finansial di sektor UMKM dan ekonomi mikro lainnya agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat Kabupaten Tegal.

AYO BACA : Tinjau Rusun Tegalsari, Dirjen Perumahan PUPR Dorong Kota Tegal Selesaikan RTLH

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar